Connect with us

Lifestyle

Waduh! Ternyata Nyetir Lebih dari Tiga Jam Bisa Berdampak Buruk bagi Otak

Kemampuan otak manusia ternyata sama seperti halnya prosesor pada komputer yang memiliki kapasitas tertentu.

Logompn

Published

on

Waduh! ternyata nyetir lebih dari tiga jam bisa berdampak buruk bagi otak
Waduh! Ternyata Nyetir Lebih dari Tiga Jam Bisa Berdampak Buruk bagi Otak | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 19 Agustus 2025 - Kemampuan otak manusia ternyata sama seperti halnya prosesor pada komputer yang memiliki kapasitas tertentu.

Seiring bertambahnya usia, fungsi otak, termasuk aspek kognisi atau daya pikir, mengalami penurunan.

Penurunan ini umumnya berlangsung secara bertahap, tetapi sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat mempercepat proses tersebut.

Meski terlihat sepele, salah satu kebiasaan yang bisa berpengaruh pada otak adalah mengemudi kendaraan.

Temuan Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh Kishan Bakrania, ahli epidemiologi medis dari University of Leicester, menemukan bahwa menyetir kendaraan selama dua hingga tiga jam setiap hari dapat berdampak negatif terhadap fungsi organ tubuh, termasuk otak.

Dikutip MPN Indonesia dari The Independent, studi ini melibatkan 500 ribu warga Inggris berusia 37–73 tahun dengan kebiasaan mengemudi yang bervariasi.

Selama lima tahun, seluruh partisipan mengikuti tes kecerdasan dan ingatan yang dilakukan secara konsisten.

Hasilnya menunjukkan bahwa 93 ribu partisipan yang menyetir lebih dari dua sampai tiga jam per hari memiliki kemampuan otak yang lebih rendah sejak awal studi.

Penurunan fungsi otak mereka terjadi lebih cepat dibandingkan dengan partisipan yang menyetir dalam durasi lebih singkat atau tidak menyetir sama sekali.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa menyetir lama setiap hari juga berdampak buruk bagi otakmu. Kemungkinan karena pikiran tidak aktif selama melakukan aktivitas tersebut,” jelas Bakrania.

IQ Global Menurun

Sejak 1930-an, peningkatan standar hidup telah dikaitkan dengan naiknya angka rata-rata IQ secara global.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, tren tersebut menunjukkan pergeseran. Dalam 50 tahun terakhir, kecerdasan kolektif manusia dilaporkan menurun satu poin.

Beberapa penyebab yang diduga memengaruhi penurunan IQ ini antara lain konsumsi televisi minimal tiga jam per hari dan ketergantungan terhadap teknologi digital seperti ponsel.

Baca Juga:  Makanan Anda Bisa Menjadi Penyebab Asam Lambung Naik, Ketahui Apa yang Harus Dihindari

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science (2011) oleh tim Betsy Sparrow dari Columbia University menyebutkan bahwa ketergantungan tinggi pada mesin pencari seperti Google berisiko menyebabkan penurunan daya ingat.

Kebiasaan multitasking juga menjadi salah satu faktor penurunan daya kognitif.

Studi yang dilakukan oleh David Strayer dan Jason Watson dari University of Utah menunjukkan hanya 2,5 persen populasi dunia yang benar-benar mampu multitasking secara efektif (disebut supertasker).

Multitasking dapat menyebabkan penurunan IQ hingga 10 poin, setara dengan dampak dari begadang atau dua kali lipat dari pengaruh konsumsi mariyuana.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending