Connect with us

Lifestyle

Makanan Anda Bisa Menjadi Penyebab Asam Lambung Naik, Ketahui Apa yang Harus Dihindari

Ketahui makanan yang bisa jadi penyebab asam lambung naik bisa menimbulkan gejala seperti nyeri dada, mual, dan rasa pahit di mulut.

Logompn

Published

on

Makanan anda bisa menjadi penyebab asam lambung naik, ketahui apa yang harus dihindari
Asam lambung naik dapat menyebabkan nyeri ulu hati dan ketidaknyamanan. Gambar : Canva

MPN Indonesia 2 April 2025 - Asam lambung naik merupakan kondisi umum yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan fisik seseorang. Dalam Talk Show Kementerian Kesehatan RI yang disiarkan melalui Radio Kesehatan, dr. Andi Komin Takdir Haruni, Sp.PD-KGEH atau dr. Koko, menjelaskan secara mendalam mengenai penyebab, gejala, perbedaan istilah medis, hingga cara penanganan dan pencegahan asam lambung naik.

Apa Itu Asam Lambung Naik dan Bagaimana Terjadinya?

Asam lambung dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna makanan dan membunuh kuman. Namun, produksi berlebih atau perlindungan mukosa lambung yang melemah dapat menyebabkan asam lambung naik ke atas, kondisi yang sering disamakan dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). 

Menurut dr. Koko, “GERD adalah kondisi ketika isi lambung, termasuk asam, naik ke esofagus, menyebabkan sensasi terbakar di dada atau rasa pahit di mulut.” dikutip MPN Indonesia pada Selasa (2/4) dalam Talk Show Kementerian Kesehatan RI yang disiarkan melalui Radio Kesehatan.

Gejala Umum Asam Lambung Naik

Gejala yang biasa dialami meliputi nyeri di ulu hati, dada terasa panas, kembung, mual, muntah, hingga rasa pahit di mulut. Pada beberapa kasus, asam lambung berlebih juga bisa menyebabkan diare. 

Namun, menurut dr. Koko, diare lebih mungkin disebabkan oleh jenis makanan yang dikonsumsi atau gangguan lain di sistem pencernaan, bukan langsung oleh asam lambung itu sendiri.

Perbedaan Asam Lambung Naik, GERD, Maag, dan Gastritis

Keempat istilah ini sering dianggap sama oleh masyarakat. Dr. Koko menegaskan bahwa:

  • Maag adalah kumpulan gejala seperti nyeri perut, mual, dan kembung.
  • Gastritis adalah peradangan pada lambung yang dapat dilihat melalui pemeriksaan endoskopi.
  • GERD terjadi saat asam lambung naik ke esofagus.
  • Asam lambung naik dapat merujuk pada kondisi awal sebelum terjadi refluks atau GERD.
Baca Juga:  Simak! Ini 15 Tips yang Bisa Bikin Diet Lebih Sehat

Faktor Risiko dan Penyebab Asam Lambung Naik

Pola makan yang buruk menjadi penyebab utama. Konsumsi makanan berlemak, pedas, terlalu manis atau asin, serta makan dalam jumlah besar sekaligus dapat memicu produksi asam lambung berlebih. 

Selain itu, kebiasaan langsung berbaring setelah makan, mengenakan pakaian ketat, obesitas, merokok, stres, dan konsumsi obat tertentu seperti obat nyeri juga meningkatkan risiko.

Dr. Koko menyebutkan, “Stres yang tidak dikelola dan kebiasaan buruk seperti merokok bisa memperparah produksi asam lambung dan memperlemah dinding lambung.”

Pencegahan dan Penanganan Dini

Penanganan awal dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat antasida yang dijual bebas. Bila gejala tidak mereda dalam beberapa minggu, pemeriksaan lebih lanjut seperti endoskopi atau evaluasi oleh dokter spesialis diperlukan. 

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak adanya komplikasi, seperti luka pada esofagus atau infeksi bakteri Helicobacter Pylori.

Penting untuk menjaga pola hidup sehat, termasuk makan teratur, menghindari makanan pemicu, mengatur stres, dan melakukan aktivitas fisik ringan setelah makan, seperti berjalan kaki.

“Olahraga berat sebaiknya dihindari segera setelah makan karena dapat mengganggu proses pencernaan,” jelas dr. Koko.

Risiko Komplikasi Jika Tidak Ditangani

Asam lambung naik yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi, seperti iritasi atau luka pada dinding esofagus. Dalam beberapa kasus, bisa muncul gejala berat seperti muntah darah. 

Namun, dr. Koko menekankan bahwa GERD tidak menyebabkan kematian mendadak. “Rasa nyeri yang dianggap berasal dari asam lambung bisa jadi merupakan gejala dari masalah jantung, karena letak lambung dan jantung berdekatan,” jelasnya.

Pentingnya Mengenali Alarm Tubuh

Dr. Koko mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala-gejala awal. “Tubuh memiliki sistem alarm. Bila sering merasa tidak nyaman, itu pertanda tubuh butuh perhatian. Evaluasi diri sangat penting,” ujarnya. 

Baca Juga:  Jangan Sampai Salah! Ini Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes

Pemeriksaan kesehatan berkala juga dianjurkan untuk memantau kondisi tubuh secara keseluruhan.

Menjaga kesehatan fisik dari gangguan asam lambung memerlukan pemahaman akan penyebab, gejala, dan cara pencegahannya. Dengan memperbaiki pola hidup dan tidak mengabaikan sinyal dari tubuh, risiko komplikasi dapat ditekan. 

Pemeriksaan medis tepat waktu dan pendekatan gaya hidup sehat menjadi langkah kunci dalam mengelola kondisi ini secara optimal.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending