Berita
Keluarga Pria yang Tewas di Sungai Cisadane Yakin Korban Dibunuh: Mustahil Bunuh Diri
Keluarga Raymond, mahasiswa UBD yang ditemukan tewas di Sungai Cisadane, menolak dugaan bunuh diri. Mereka desak polisi ungkap kebenaran.
Banten, MPN Indonesia 21 Agustus 2025 - Duka mendalam masih dirasakan keluarga Raymond Wirya Arifin, mahasiswa Universitas Buddhi Dharma (UBD) berusia 19 tahun yang ditemukan meninggal di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, pada Jumat (18/7).
Keluarga menegaskan korban tidak mungkin mengakhiri hidupnya sendiri, melainkan menjadi korban pembunuhan.
Penolakan terhadap dugaan bunuh diri ini didasarkan pada hasil otopsi yang mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Hasilnya jelas, terdapat unsur pembunuhan dan penganiayaan,” ujar Benny, paman korban kepada wartawan di rumah Alm. Raymond, Senin (18/8).
Kronologi Sebelum Penemuan Jasad
Raymond dilaporkan hilang setelah berangkat ke kampus dari rumahnya di Kelurahan Neglasari, Kota Tangerang.
Pada Jumat (18/7), ia sempat pulang usai bekerja paruh waktu, kemudian berangkat kuliah menggunakan ojek online.
“Biasanya Raymond dijemput orang tuanya pulang kerja. Hari itu dia naik ojek sendiri. Setelah itu sudah tidak ada kabarnya. Akhirnya ditemukan sudah meninggal di Sungai Cisadane,” kata Benny.
Keesokan harinya, jasad Raymond ditemukan mengambang di bawah Jembatan Kaca Sungai Cisadane.
Kakak korban yang melihat langsung kondisi jenazah juga menguatkan dugaan keluarga.
“Dengan luka-luka seperti itu, mustahil bunuh diri,” tegas Benny.
Proses Penyelidikan Dinilai Lamban
Keluarga menilai proses penyelidikan berjalan lambat dan belum ada perkembangan berarti dari pihak kepolisian.
“Dari Polres atau Polsek belum ada respon. Hanya dari Polda yang membantu,” ungkap Benny.
Ia menambahkan, hasil otopsi dapat dilakukan berkat bantuan relasi keluarga di tingkat Polda. Keluarga pun berharap polisi segera mengungkap pelaku.
Kekecewaan terhadap Kampus dan Harapan Keadilan
Benny juga mengungkap rasa kecewa terhadap pihak kampus yang dinilai kurang peduli terhadap tragedi ini.
“Sebagai orang berpendidikan, seharusnya mereka bisa menempatkan diri. Bagaimana kalau kejadian ini menimpa keluarga mereka?” tuturnya.
Raymond dikenal sebagai anak bungsu yang tekun, selalu bekerja paruh waktu sebelum kuliah.
“Raymond itu anaknya tekun. Pagi kerja dulu, lalu siang kuliah. Dia tidak pernah macam-macam,” ucap Benny.
Hingga kini, lebih dari sebulan berlalu, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait perkembangan kasus.
Orang tua Raymond hanya bisa berharap keadilan ditegakkan.
“Kami butuh keadilan,” pungkas keduanya sambil memegang foto sang putra di halaman rumah.
Benny menegaskan keluarga tidak akan berhenti memperjuangkan kebenaran atas kematian Raymond.
Mereka berharap kasus ini diusut tuntas agar tidak ada lagi keluarga yang mengalami duka serupa.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
