Lifestyle
Kasus Campak sedang Marak, Kenali Gejalanya!
Simak, ini gejala campak yang perlu dipahami untuk segera ambil tindakan yang tepat!
MPN Indonesia 24 Agustus 2025 - Kasus campak belakangan dilaporkan meningkat tajam. Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sejak Januari hingga Agustus 2025 sudah tercatat 1.944 kasus campak dengan 12 anak meninggal dunia akibat penyakit menular ini.
Lonjakan kasus terbanyak ditemukan di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kalianget tercatat 220 kasus, Kecamatan Rubaru 146 kasus, Kecamatan Kota sebanyak 122 kasus, Kecamatan Dasuk 115 kasus, sementara Kecamatan Saronggi tercatat sebanyak 107 kasus.
Peningkatan kasus ini memicu kekhawatiran atas penularan penyakit menular tersebut. Untuk menghindari penularannya, kenali gejalanya untuk segera ambil tindakan yang tepat.
Kenali Gejala Campak
Penyakit campak disebabkan oleh virus Morbillivirus dari keluarga paramyxovirus dan menyebar melalui droplet saat pengidap bersin atau batuk. Gejala penyakit ini dibagi ke dalam tiga fase dan melibatkan berbagai keluhan fisik.
Berikut adalah beberapa gejala campak yang perlu diwaspadai:
- Demam tinggi (lebih dari 38°C), berlangsung selama tiga hari atau lebih
- Batuk
- Pilek
- Mata merah atau mata berair
- Ruam kemerahan yang muncul di beberapa bagian tubuh selama tiga hari atau lebih
- Ruam kulit yang sedikit menonjol dan berbeda warna dari kulit normal
- Diare
- Radang tenggorokan
- Bercak putih keabuan pada mulut dan tenggorokan
- Mata sensitif terhadap cahaya
Tiga Fase Gejala Campak
Gejala campak biasanya berkembang secara bertahap melalui beberapa fase.
Pada fase pertama, penderita akan mengalami demam yang cukup tinggi, sering kali disertai batuk kering, pilek, dan mata merah berair. Kondisi ini mirip dengan gejala flu sehingga sering tidak langsung dikenali sebagai campak.
Memasuki fase kedua, ruam kemerahan mulai muncul, biasanya diawali dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini menjadi ciri khas campak dan sering kali disertai rasa tidak nyaman, kelelahan, serta demam yang masih bertahan.
Pada fase ketiga, ruam yang tadinya merah perlahan menghitam dan memudar. Meski ruam berangsur hilang, tubuh masih dalam proses pemulihan sehingga penderita bisa tetap merasa lemah selama beberapa hari.
Kelompok Rentan Terkena Campak
Orang-orang dengan kondisi tertentu berisiko lebih tinggi tertular campak. Kelompok rentan tersebut mencakup orang yang belum mendapat vaksin campak. Vaksin ini dianjurkan diberikan sejak usia 9 bulan dan diulang pada usia 18 bulan.
Selain itu, orang yang melakukan perjalanan ke daerah terdampak seperti lima kecamatan di Sumenep akan rentan terpapar penyakit campak.
Orang yang kekurangan vitamin A juga diketahui rentan terkena campak karena vitamin A dapat membantu mencegah infeksi campak.
Adapun kelompok lain yang rentan terpapar campak, yakni:
- Anak dengan kondisi kesehatan buruk
- Individu dengan penyakit kronis
- Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Komplikasi Campak yang Perlu Diwaspadai
Meskipun kebanyakan penderita campak sembuh tanpa masalah serius, beberapa komplikasi dapat berkembang dan membahayakan nyawa, khususnya pada anak kecil, orang dengan kekebalan tubuh lemah, atau ibu hamil.
Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi telinga (otitis media). Kondisi ini muncul karena virus melemahkan sistem immun menjadikan telinga lebih rentan terhadap infeksi bakteri.
Selain itu, virus campak juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang serius seperti bronkitis dan bahkan pneumonia, yang merupakan penyebab utama kematian terkait campak, khususnya pada anak-anak di bawah usia lima tahun.
Lebih mengkhawatirkan lagi, dalam kasus tertentu campak dapat berkembang menjadi ensefalitis (radang otak). Komplikasi ini tergolong langka, namun bisa menimbulkan kejang, cacat intelektual, hingga kematian.
WHO juga mencatat komplikasi langka namun fatal seperti kebutaan dan ensefalitis, serta infeksi telinga dan gangguan pernapasan seperti pneumonia sebagai penyebab utama kematian pada penderita campak.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
