Connect with us

Berita

Diduga Ada Kejanggalan, Keluarga Mahasiswa Unnes Iko Juliant Laporkan Kasus Kematian Anak ke Polda Jateng

Keluarga Iko Juliant Junior, mahasiswa Unnes, melaporkan kasus kematian anaknya ke Polda Jateng. Ada dugaan kekerasan fisik dan kejanggalan kronologi.

Logompn

Published

on

Diduga ada kejanggalan, keluarga mahasiswa unnes iko juliant laporkan kasus kematian anak ke polda jateng
Diduga Ada Kejanggalan, Keluarga Mahasiswa Unnes Iko Juliant Laporkan Kasus Kematian Anak ke Polda Jateng. Gambar : Instagram/@fhunnes

MPN Indonesia 16 September 2025 - Keluarga Iko Juliant Junior, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) angkatan 2024, memutuskan melaporkan kasus kematian anak mereka ke Polda Jawa Tengah.

Langkah ini diambil setelah tim hukum dari Pusat Bantuan Hukum Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Unnes (PBH IKA FH Unnes) menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam peristiwa yang sebelumnya disebut sebagai kecelakaan.

“Selanjutnya tentu saja kami akan terus melakukan pemusatan. Keluarga sudah bersepakat menempuh segala upaya, termasuk upaya hukum, untuk mencari tahu sebab-sebab meninggalnya adik kami Iko,” ujar Naufal Sebastian, anggota PBH IKA FH Unnes kepada wartawan di Kantor LPSK Jawa Tengah, Minggu (14/9).

Temuan awal investigasi menunjukkan kematian Iko bukan murni akibat kecelakaan.

Polisi menyebut dua nama, Aziz dan Fiki, sebagai pihak yang terlibat, namun kronologi lengkap dan identitas keduanya belum diketahui.

Dugaan Kekerasan Fisik dan Kejanggalan Kronologi

Pendamping hukum keluarga, Ady Putra Cesario dari PBH IKA FH Unnes, menyebut adanya indikasi kekerasan fisik berdasarkan temuan rumah sakit.

“Ketika dilakukan operasi, pihak rumah sakit menyampaikan kepada keluarga bahwa organ-organ yang lain sehat. Baik itu ginjal, usus besar, kemudian jantung juga sehat, bagus. Tapi hanya limpa yang kemudian sangat konsen,” jelas Ady, Rabu (10/9).

Ia menambahkan terdapat luka berbentuk lingkaran berwarna merah di bagian kiri tubuh Iko.

“Dari keterangan keluarga dari rumah sakit memang ada benda tumpul dari situ,” katanya.

Rekaman CCTV RSUP Dr. Kariadi menunjukkan Iko dan temannya, Ilham, tiba di rumah sakit pada pukul 03.10 WIB, Minggu (31/8).

Baca Juga:  Bareskrim Geledah Lokasi Pengelolaan Emas Ilegal di Penjaringan Jakut

Namun, Aziz dan Fiki yang disebut polisi baru datang dua jam kemudian, meskipun lokasi kecelakaan berjarak kurang dari satu kilometer dari rumah sakit.

Langkah Hukum dan Perlindungan Saksi

PBH IKA FH Unnes juga melakukan asesmen terhadap kebutuhan saksi dan korban lain untuk memastikan perlindungan hukum dan psikologis, terutama bagi Ilham yang menjadi saksi kunci.

“Kalau memang diperlukan, perlindungan untuk saksi dan korban lain akan kami akses melalui LPSK. Namun yang paling penting saat ini adalah pemulihan psikologis, terutama bagi Ilham,” ungkap Naufal.

Tim hukum mendesak agar RSUP Dr. Kariadi ikut membantu mengungkap fakta medis dalam kasus kriminal ini.

“Sebagai ahli tentunya karena kami juga ketahui, rekan-rekan sudah ketahui bahwa ada kode etik profesi keperawatan,” tutur Ady.

Keluarga Masih Terpukul

Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, mengungkapkan kondisi keluarga korban masih sangat terpukul.

“Kondisi keluarga mereka memang masih terpukul, foto Iko masih di sana dan mereka masih terus mendoakan,” pungkasnya.

Keluarga besar bersama tim hukum berharap agar kasus kematian Iko dapat diungkap secara terbuka untuk menghindari spekulasi publik serta memastikan keadilan ditegakkan.

(AKM/NID/RAD)

Trending