Connect with us

Berita

Imbas Atap Ambruk, Siswa SMA Cileungsi Belajar di Tenda

Sejumlah siswa SMKN 1 Cileungsi mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat sejak atap salah satu gedung sekolah ambruk.

Logompn

Published

on

Imbas atap ambruk, siswa sma cileungsi belajar di tenda
Siswa SMKN 1 Cileungsi mengungsi. Gambar: MPN Indonesia/Dimas

Jawa Barat, MPN Indonesia 16 September 2025 - Sejumlah siswa SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda darurat sejak atap salah satu gedung sekolah ambruk.

Peristiwa di daerah ini mengakibatkan tiga ruang kelas rusak dan masih dalam tahap renovasi, sehingga tidak dapat digunakan.

Untuk sementara, proses pembelajaran dipindahkan ke area luar kelas dengan memanfaatkan tenda bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Berdasarkan pantauan MPN Indonesia di lokasi, dua tenda berada di area lapangan, sedangkan satu tenda lainnya terletak dekat dengan gedung yang ambruk.

Salah satu tenda digunakan secara aktif untuk KBM, sementara dua lainnya belum terisi dan hanya berisi meja, kursi, papan tulis, tas siswa, serta botol minum.

Belajar di Luar Tak Pengaruhi Semangat Siswa

Kepala SMKN 1 Cileungsi, Meisye Yeti, menyatakan bahwa para siswa telah terbiasa mengikuti pembelajaran di luar ruangan.

Ia menjelaskan bahwa bahkan sebelum insiden yang menyebabkan 31 siswa terluka tersebut, siswa sudah sering meminta KBM di luar kelas.

“Sudah terbiasa anak-anak, malah anak-anak pada minta kan kita di depan ada stadion mini ‘bu stadion mini aja yuk’ ada yang seperti itu,” ujar Meisye Yeti saat ditemui di lokasi pada Selasa (16/9).

Lebih lanjut, Meisye menuturkan bahwa siswa merasa lebih leluasa dalam beberapa pelajaran seperti Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) jika dilakukan di luar ruangan.

“Jadi anak-anak sudah terbiasa, apalagi pas pelajaran PKn ada misalkan bagaimana menyuarakan pendapat, ‘bu di sini aja nih saya bisa yel-yelnya di sini’,” tambahnya.

Menurutnya, pembelajaran di luar kelas juga bertujuan agar siswa memahami permasalahan lingkungan sekitar dan mampu mencari solusi.

Baca Juga:  Warung Kopi Cetol Viral Usai Digerebek Polisi, Ada Layanan 'Plus-plus' yang Bikin Laki-laki Betah Nongkrong

“Sering seperti itu, kita pembelajarannya sih di lingkungan ya supaya anak-anak juga tau apa yang terjadi di lingkungan supaya bisa dijadikan pembelajaran dan solusinya seperti apa,” pungkas Meisye.

(DIM/NID/RAD)

Trending