Internasional
China Tutup Sekolah dan Bisnis di 10 Kota Jelang Kedatangan Topan Super Ragasa
MPN Indonesia 24 September 2025 - Otoritas China memerintahkan penutupan sekolah dan pusat bisnis setidaknya di 10 kota menjelang kedatangan Topan Super Ragasa yang diperkirakan menerjang wilayah selatan negara tersebut.
Kebijakan ini berdampak terhadap puluhan juta warga dan menyebabkan banyak pabrik di pusat manufaktur tutup sementara.
Dalam laporan Hongkong FP yang dirilis pada Selasa (23/9), manajemen darurat setempat mengatakan bahwa bencana tersebut diperkirakan akan mencapai daratan di wilayah pesisir tengah dan barat Guandong dalam waktu 24 jam.
“Area-area utama harus mengambil langkah-langkah tegas… memastikan keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat secara menyeluruh, dan meminimalkan kerugian akibat bencana semaksimal mungkin,” bunyi pernyataan tersebut dikutip MPN Indonesia, Rabu (24/9).
Di pusat teknologi Shenzhen, otoritas setempat bahkan telah mengevakuasi sekitar 400 ribu orang. Pemerintah kota memperingatkan masyarakat akan potensi angin kencang, hujan, ombak, dan banjir akibat topan tersebut.
“Kecuali bagi petugas penyelamat darurat dan mereka yang memastikan mata pencaharian masyarakat, mohon untuk tidak keluar rumah sembarangan,” demikian imbauan dari otoritas Shenzhen, dikutip dari sumber yang sama.
Mitigasi Warga Setempat
Menanggapi imbauan dari pemerintah setempat terkait topan yang akan menerjang wilayah China, beberapa warga yang tinggal di daerah rawan banjir memasang karung pasir dan penghalang di pintu-pintu rumah mereka.
Sebagian warga juga merekatkan jendela dan pintu kaca untuk menahan angin kencang.
Mengutip laporan dari AP News, banyak warga mulai menimbun makanan dan kebutuhan lainnya untuk menghadapi bencana ini. Beberapa pedagang juga melaporkan bahwa barang dagangan mereka cepat habis dari biasanya.
Pemberlakuan Shutdown di Sejumlah Kota di China
Topan Super Ragasa saat ini tengah melanda Laut China Selatan setelah sebelumnya menghantam sebagian Filipina dengan hembusan angin hingga 215 km/jam hingga menewaskan satu orang.
Selain Shenzhen, kota-kota lain di Provinsi Guangdong juga ikut memberlakukan penutupan dan evakuasi. Kota tersebut di antaranya ialah Chaozhou, Zhuhai, Dongguan, dan Foshan.
“Angin kencang dan hujan lebat yang dibawa topan akan berdampak pada kota kita, memicu situasi pertahanan yang kritis,” bunyi pernyataan pihak tanggap darurat Foshan.
Bandara Internasional Hong Kong juga ditutup selama 36 jam sejak Selasa malam (23/9), mengakibatkan ratusan penerbangan dibatalkan. Pemerintah China memperkirakan topan akan berlangsung hingga Rabu (24/9).
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
