Connect with us

Berita

Lebih dari 800 Siswa di Bandung Barat Keracunan Massal Akibat Program MBG

Logompn

Published

on

Lebih dari 800 siswa di bandung barat keracunan massal akibat program mbg
Lebih dari 800 Siswa di Bandung Barat Keracunan Massal Akibat Program MBG | Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@infobandungkota

Jawa Barat, MPN Indonesia 25 September 2025 - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memicu keracunan massal dengan total 842 siswa terdampak hingga Rabu (24/9).

“Total korban keracunan sebanyak 842 orang. Data terakhir pada pukul 16.24 WIB,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Lia N Sukandar saat ditemui awak media di posko kesehatan Kantor Kecamatan Cipongkor, Rabu malam.

Angka tersebut merupakan total dari tiga kejadian sejak Senin (22/9) hingga Rabu di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.

Rangkaian Kasus Keracunan di Cipongkor dan Cihampelas

Kasus keracunan pertama yang terdeteksi pada Senin (22/9) terjadi pukul 11.00 WIB di Kecamatan Cipongkor, dengan total 393 siswa mulai dari PAUD hingga SMK.

Siswa tersebut mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan sesak napas setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis yang disiapkan dari dapur SPPG Cipari di wilayah Kecamatan Cipongkor.

Kemudian kasus serupa kembali terjadi pada Rabu (24/9) di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas dengan korban tambahan sebanyak 449.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengungkap total korban keracunan di Cipongkor menyentuh angka 500 siswa pada Rabu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 400 siswa tercatat di Posko Cipongkor dan 100 pelajar lainnya di Puskesmas Citalem.

“Kondisinya seperti itu, tentu sekali lagi tidak kita harapkan. Tapi, faktanya, ada musibah, keracunan. Keluhannya pada umumnya itu mual, sesak, pusing, lemas,” kata Herman.

Bupati Bandung Barat Minta Dapur MBG Ditutup Sementara

Pemerintah setempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas peristiwa tersebut pada Selasa (23/9) guna mempercepat penanganan.

Baca Juga:  Puluhan Siswa MAN 1 Cianjur Diduga Keracunan usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail bahkan memerintahkan penutupan sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cipongkor untuk investigasi.

Ia menyebut bahwa seluruh dapur MBG di wilayah tersebut akan dievaluasi, khususnya 85 dapur di Cipongkor yang belum memiliki sertifikasi kesehatan.

“Karena mulai dari perizinan, kemudian standardisasi pengelolaan makanan itu harus kita cek. Kalau memang belum layak ya kita harus melakukan perbaikan,” ujar Jeje.

Data Sebaran Kasus Keracunan MBG di Seluruh Wilayah

Menurut data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang disampaikan dalam rapat Komisi IX DPR pada Senin (22/9), jumlah kasus keracunan akibat MBG telah melonjak dengan rincian sebagai berikut:

  • Minggu (14/9): 5.360 kasus
  • Minggu (21/9): 6.452 kasus
  • Kenaikan: 1.092 kasus dalam sepekan

Lima provinsi dengan kasus terbanyak:

  1. Jawa Barat: 2.012 kasus
  2. DIY: 1.047 kasus
  3. Jawa Tengah: 722 kasus
  4. Bengkulu: 539 kasus
  5. Sulawesi Tengah: 446 kasus

Merespons tingginya angka kasus tersebut, berbagai pihak mendesak agar pelaksanaan program MBG dihentikan sementara untuk dievaluasi menyeluruh.

Koalisi Masyarakat Sipil Kawal MBG dan Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai program MBG memiliki tata kelola yang buruk.

“Pemerintah harus segera menghentikan pelaksanaan MBG agar tidak terus menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat,” ujar Eva Nurcahyani dari ICW.

(AKM/NID/RAD)

Trending