Connect with us

Ekonomi

Ditunjuk jadi Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, Jokowi: Dapat Tawaran dari Januari

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, resmi bergabung dalam Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy 2025.

Logompn

Published

on

Ditunjuk jadi dewan penasihat bloomberg new economy, jokowi dapat tawaran dari januari
Jokowi ditunjuk sebagai Dewan Penasihat Bloomberg Economy. Gambar: Dok. Setneg

MPN Indonesia 27 September 2025 - Presiden ke-7 RI, Jokowi, resmi bergabung sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy sejak awal 2025.

Jokowi mengungkapkan, ia menerima tawaran tersebut pada akhir Januari 2025, setelah lebih dulu mendapat ajakan pada awal bulan yang sama.

“Ya memang pada awal Januari saya mendapatkan tawaran itu. Kemudian pada akhir Januari saya menyanggupi, setuju,” kata Jokowi kepada awak media di Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/9).

Proses Penunjukan Jokowi

Jokowi menceritakan bahwa setelah menerima tawaran, ia mendapat ucapan selamat langsung dari pendiri Bloomberg, Michael Bloomberg, pada pertengahan Maret 2025.

“Pada pertengahan Maret, saya ditelepon langsung oleh Michael Bloomberg, memberikan ucapan, ya selamat sudah masuk ke Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy,” ungkapnya.

Bloomberg New Economy secara resmi mengumumkan jajaran Global Advisory Board pada April 2025 melalui situs resminya. Dewan tersebut dipimpin oleh:

  • Gina Raimondo (mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat)
  • Mario Draghi (mantan Perdana Menteri Italia dan mantan Presiden Bank Sentral Eropa)

Beberapa anggota lain yang tergabung bersama Jokowi di dewan penasihat ini antara lain:

  • Marc Rowan (Co-Founder & CEO Apollo Global Management)

Peran Jokowi sebagai Dewan Penasihat

Jokowi menegaskan bahwa Dewan Penasihat akan membahas tantangan-tantangan ekonomi global dan gagasan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ia menekankan pentingnya economic intelligence atau intelijen ekonomi.

“Menurut saya intelligence economy sangat penting sekali. Jadi itu sebuah proses untuk mengumpulkan, proses menilai. Kemudian juga proses-proses itu akan dipakai untuk membuat keputusan-keputusan ekonomi yang sangat cepat,” jelas Jokowi.

Baca Juga:  Effendi Simbolon Dampingi Jokowi dalam Kampanye untuk Ridwan Kamil

Ia juga menyoroti peran teknologi dalam pengumpulan data ekonomi secara real time.

Jokowi menyebut artificial intelligence (AI), jaringan 5G, dan Internet of Things (IoT) sebagai teknologi penting yang akan membantu pengambilan keputusan ekonomi di masa depan.

“Yang namanya AI, 5G, maupun IoT sangat penting sekali dalam ekonomi masa depan. Semua data ekonomi dibutuhkan secara real time agar keputusan bisa akurat. Itu diperlukan baik oleh negara maupun perusahaan,” tambahnya.

Agenda Forum Bloomberg New Economy

Forum tahunan Bloomberg New Economy tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 19–21 November 2025 di Singapura.

Jokowi memastikan dirinya akan hadir untuk menyampaikan gagasan serta pengalaman dari Indonesia.

“Itulah saya kira yang akan banyak nanti dibicarakan di dalam forum-forum Global Bloomberg New Economy ke depan. Forum-forum yang berkaitan dengan itu tentu saja insyaallah saya hadir,” ujar Jokowi.

Dalam forum tersebut, Jokowi menyatakan bahwa Indonesia akan menyuarakan ide-ide ekonomi yang sudah dijalankan, termasuk di lingkup ASEAN.

Ia menegaskan bahwa suara negara berkembang akan menjadi bagian dari diskusi global.

“Gagasan-gagasan dari Indonesia akan kita sampaikan, termasuk yang sudah dilaksanakan di ASEAN maupun di negara lain yang bisa menjadi inspirasi bagi semua. Utamanya, kita ingin menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang. Ke depan, real time intelligence, future intelligence, dan competitive intelligence akan sangat penting untuk ekonomi global,” tegas Jokowi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending