Connect with us

Berita

Imbas Keracunan Massal, Kemenkes Siapkan Ahli Gizi untuk Bantu BGN

Pemerintah menyiapkan ahli gizi dan membentuk tim investigasi pasca kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis.

Logompn

Published

on

Imbas keracunan massal, kemenkes siapkan ahli gizi untuk bantu bgn

MPN Indonesia 29 September 2025 - Pemerintah menyiapkan tenaga ahli gizi untuk memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di sejumlah daerah.

Kebijakan pemerintah ini diumumkan usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) pada Minggu (28/9).

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan ahli gizi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan diperbantukan sementara untuk mendukung Badan Gizi Nasional (BGN).

“Ahli gizinya sedang saya persiapkan, untuk sementara akan kita bantu dari Kemenkes,” ujar Budi dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu (28/9).

Kemenkes menegaskan akan memantau asupan dan kualitas makanan MBG, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian.

Langkah Pemerintah Pasca-KLB

Sejumlah langkah disiapkan pemerintah untuk mencegah terulangnya kasus keracunan.

Seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan memenuhi standar kebersihan, personalia, dan penyajian makanan.

“Agar supaya semua SPPG yang ada memenuhi standar dari kebersihannya, standar dari orang-orangnya, standar juga dari prosesnya supaya lebih baik, diharapkan dalam satu bulan selesai semuanya,” kata Budi.

Pemerintah juga akan menutup sementara dapur SPPG yang bermasalah untuk evaluasi dan investigasi.

Selain itu, seluruh SPPG diwajibkan melakukan sterilisasi alat makan, memperbaiki alur limbah, serta memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama.

“Atas petunjuk dari Presiden dan instruksi dari beliau bahwa bagi pemerintah keselamatan adalah prioritas utama, kami menegaskan insiden bukan sekadar angka tetapi menyangkut keselamatan generasi penerus,” jelas Zulhas dalam keterangannya, Minggu (28/9).

Ia juga meminta Kemenkes menginstruksikan seluruh puskesmas dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk rutin memantau SPPG tanpa menunggu permintaan.

Baca Juga:  DPR Setujui Tambahan Anggaran Kemenag, Rp11,1 Triliun untuk Tunjangan Guru

Tim Investigasi dan Saluran Pengaduan

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengungkapkan tim investigasi kasus keracunan telah dibentuk.

Tim ini terbagi dua, yakni tim di bawah Deputi Pemantauan dan Pengawasan (Tawas) yang bekerja sama dengan Polri, BIN, Dinas Kesehatan, BPOM, serta pemerintah daerah, dan tim independen yang melibatkan ahli kimia, ahli farmasi, serta juru masak (chef).

“Tim investigasi sudah dibentuk, ada tim internal dari kami dan sekarang lagi proses, bahkan sudah mulai berjalan,” tegas Nanik kepada wartawan di Cibubur, Kamis (25/9).

Ia menambahkan tim independen dilibatkan untuk menjamin transparansi.

Sebagai bentuk akuntabilitas, BGN juga membuka saluran pengaduan khusus program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dapat diakses masyarakat setiap Senin hingga Jumat pukul 09.00–22.00 WIB.

“Untuk memudahkan, kami menyediakan dua nomor yang bisa dihubungi, yakni 088293800268 (operator 1) dan 088293800376 (operator 2). Setiap laporan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkas Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati.

(AKM/NID/RAD)

Trending