Connect with us

Musik

Gabung Gerakan ‘No Music for Genocide’, Paramore Tarik Seluruh List Musiknya dari Spotify

Paramore resmi tarik seluruh musik dari Israel dukung kampanye No Music for Genocide. Aksi ini bagian dari solidaritas untuk Palestina.

Logompn

Published

on

Gabung gerakan 'no music for genocide', paramore tarik seluruh list musiknya dari spotify
Grup musik asal Tennessee, Paramore. Gambar : Instagram/@paramore

MPN Indonesia 1 Oktober 2025 - Grup musik asal Tennessee, Paramore, resmi menarik seluruh katalog musik mereka dari layanan streaming di Israel sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye No Music for Genocide.

Langkah ini diumumkan melalui situs resmi mereka dan juga mencakup karya solo dari vokalis Hayley Williams.

Aksi ini dilakukan sebagai wujud solidaritas terhadap situasi di Gaza. Dengan keputusan tersebut, Paramore bergabung bersama ratusan artis dan label yang lebih dahulu mendukung kampanye ini.

Kampanye No Music for Genocide menyerukan musisi dan pemegang hak cipta untuk menarik karya mereka dari platform streaming yang beroperasi di Israel, khususnya Spotify, sebagai respons terhadap konflik yang berlangsung di Gaza.

Konsistensi Sikap Paramore Sejak 2023

Keputusan ini bukan langkah pertama Paramore dalam menunjukkan dukungan terhadap Palestina. Sejak November 2023, band ini telah mengambil sejumlah tindakan nyata.

Pada November 2023, Paramore menyumbangkan hasil penjualan merchandise untuk bantuan di Gaza. Pada Mei 2024, mereka menyerukan gencatan senjata segera dan permanen.

“Kami berdiri bersama mereka yang menyerukan gencatan senjata segera dan permanen. Kami percaya bahwa dukungan bagi teman dan keluarga Palestina kami tidak sama dengan anti-Semitisme. Namun demikian, kami tidak dapat mendukung genosida,” tulis Paramore dalam pernyataan resminya.

Pada Oktober 2024, mereka juga bekerja sama dengan Bug Girl dalam penggalangan dana dan berhasil mengumpulkan lebih dari 60.000 dolar untuk bantuan medis di Palestina.

Dukungan dari Ratusan Musisi Dunia

Paramore bergabung dengan lebih dari 400 artis dan label yang telah mendukung kampanye ini.

Beberapa nama di antaranya adalah Massive Attack, Rina Sawayama, Ben Howard, Björk, Soccer Mommy, Fontaines D.C., Amyl & The Sniffers, Kneecap, Primal Scream, Japanese Breakfast, King Krule, dan Wednesday.

Baca Juga:  Aktivis AS Main Bola Pakai Replika Kepala Netanyahu di Depan Kantor PBB

Langkah teknis yang diambil para artis tersebut mencakup penyesuaian wilayah rilis atau permintaan geo-blocking melalui distributor dan label mereka.

Reaksi Publik

Aksi penarikan katalog musik oleh Paramore dan ratusan artis lain menuai beragam reaksi publik.

Sebagian melihatnya sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina, sementara sebagian lain menilainya sebagai langkah kontroversial.

Meski begitu, keputusan ini menegaskan posisi para musisi yang menggunakan karya mereka sebagai sarana menyuarakan pesan dan melakukan aksi nyata terkait situasi di Palestina.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending