Uncategorized
Siswi SMKN 1 Cihampelas Meninggal Diduga Keracunan, BGN: Tidak Ada Hubungan dengan MBG
Kepala BGN dan Menkes pastikan kematian siswi SMKN 1 Cihampelas tidak ada hubungannya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jawa Barat, MPN Indonesia 3 Oktober 2025 - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan bahwa kematian seorang siswi SMKN 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tidak berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini disampaikan Dadan pada Kamis (2/10) di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan.
“Itu kan sudah dijelaskan dari sana bahwa itu tidak ada hubungan (dengan program MBG),” ujar Dadan kepada wartawan.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin.
Ia mengaku telah menerima laporan resmi dari Kepala Dinas Kesehatan KBB yang menegaskan bahwa penyebab kematian siswi bernama Bunga Rahmawati (17) bukan karena keracunan makanan MBG.
“Untuk kematian di Cihampelas mungkin lebih tepat ditanyakan ke sana, saya sudah menerima laporan dari Kepala Dinas Kesehatan sana bahwa kematiannya itu tiga hari atau empat hari setelah (makan MBG). Tapi kalau untuk kematiannya karena apa saya rasa lebih baik ditanyakan ke sana,” kata Budi.
Kronologi Kejadian
Bunga diketahui sempat mengonsumsi menu MBG pada Rabu (24/9).
Namun, gejala seperti mual dan muntah baru muncul pada Senin (29/9), lima hari setelahnya.
Pada hari itu, Bunga mengeluh mual setibanya di rumah, lalu diberikan obat masuk angin oleh keluarganya. Kondisinya sempat membaik dan ia kembali masuk sekolah pada Selasa (30/9).
Namun, sepulang sekolah di hari yang sama, Bunga ditemukan oleh adiknya dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan mata melotot dan mulut berbusa.
Keluarga segera membawanya ke bidan terdekat, lalu dirujuk ke RSUD Cililin.
Menurut Camat Cihampelas, Agus Rudianto, Bunga dinyatakan meninggal dunia di ambulans saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
“Meninggalnya katanya di ambulans waktu mau dibawa ke (RSUD) Cililin. Informasinya sudah dimakamkan kemarin ya,” ujar Agus.
Hasil Medis
Surat resmi yang ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia Nurliana Sukandar, pada Rabu (1/10), menyebutkan bahwa penyebab kematian Bunga adalah penyakit lambung, bukan keracunan makanan MBG.
“Pasien meninggal bukan akibat dari mengonsumsi MBG pada hari Rabu, 24 September 2025. Pasien mengeluhkan gejala pada hari Senin, 29 September 2025, lebih dari 2×24 jam dari mengonsumsi MBG,” demikian isi surat tersebut.
Lia juga menegaskan saat dikonfirmasi bahwa tidak ada keterkaitan antara kematian Bunga dan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis.
“Bukan, bukan. Nggak ada kaitannya dengan itu (MBG),” ujarnya.
Pernyataan Pihak Camat dan Puskesmas Setempat
Terkait hal ini, Camat Agus Rudianto menjelaskan bahwa Bunga tidak menunjukkan gejala sakit pada hari kejadian keracunan massal, serta tidak dirawat seperti siswa lainnya.
“Intinya begini, jadi itu pada saat kejadian keracunan itu Bunga ini nggak ada, tanda-tanda, gejala-gejala (keracunan MBG) nggak ada. Jadi dia ini nggak dirawat seperti yang lain kan. Dia nggak ada sakit di hari itu, aman gitu kan,” kata Agus.
Kepala Puskesmas Cihampelas, Edah Jubaidah, menduga Bunga mengalami keracunan, namun menyatakan bahwa kemungkinan penyebabnya bukan dari makanan MBG, karena adanya jeda waktu yang cukup jauh dari hari konsumsi MBG ke munculnya gejala.
“Bisa jadi keracunan, cuma sepertinya bukan dari MBG. Karena jarak waktu dari makan MBG jauh, kemungkinan juga sudah mengonsumsi makanan lain selain MBG yang menyebabkan keracunan,” jelas Edah.
Meski kasus kematian Bunga dipastikan tidak terkait dengan MBG, SMKN 1 Cihampelas sebelumnya memang menjadi sorotan akibat insiden keracunan massal yang terjadi pada Rabu (24/9).
Dalam kejadian tersebut, 121 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
