Internasional
Diusir Israel, Greta Thunberg dan Ratusan Aktivis Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani
Greta Thunberg bersama 160 aktivis lain dari Global Sumud Flotilla tiba di Bandara Internasional Athena, Yunani, pada Senin (6/10) usai dideportasi dari Israel.
MPN Indonesia 7 Oktober 2025 - Aktivis asal Swedia, Greta Thunberg, bersama 160 aktivis lain dari armada bantuan Global Sumud Flotilla (GSF), tiba di Bandara Internasional Athena, Yunani, pada Senin (6/10) usai dideportasi dari Israel.
Dikutip dari Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Israel menyebut telah mendeportasi 171 aktivis ke Yunani dan Slovakia usai insiden pencegatan terhadap kapal yang hendak mengirim bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Kementerian Luar Negeri Yunani mengonfirmasi bahwa penerbangan repatriasi khusus tersebut mengangkut 27 warga negara Yunani dan 134 warga negara lainnya dari 15 negara Eropa.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Slovakia mengonfirmasi bahwa 10 deportan telah tiba di negaranya, termasuk satu warga Slovakia dan sembilan lainnya dari Belanda, Kanada, dan Amerika Serikat.
Thunberg Disambut saat Tiba di Bandara
Setibanya di Athena, para aktivis disambut massa yang mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan slogan seperti “Kebebasan untuk Palestina” dan “Hidup flotilla!”.
Thunberg dalam pernyataannya menegaskan bahwa ada genosida yang sedang berlangsung, merujuk pada tindakan militer Israel di Gaza. Ia juga menyatakan bahwa sistem internasional telah gagal melindungi rakyat Palestina.
“Sistem internasional kita mengkhianati Palestina. Mereka bahkan tidak mampu mencegah kejahatan perang terburuk terjadi,” ujarnya dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera pada Selasa (7/10).
Thunberg juga menyebut bahwa keterlibatannya dalam GSF adalah bentuk aksi langsung menggantikan peran negara-negara yang gagal memenuhi kewajiban hukumnya.
“Tujuan kami dengan Global Sumud Flotilla adalah untuk bertindak lebih jauh ketika pemerintah kita gagal memenuhi kewajiban hukum mereka,” katanya.
138 Aktivis GSF Masih Ditahan
Armada GSF, yang terdiri dari sekitar 40 kapal sipil, berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada awal September lalu dengan misi mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza.
Namun belum sampai tujuan, mereka justru dicegat oleh pasukan Israel di lepas pantai Mesir pekan lalu karena dituding memiliki keterkaitan dengan Hamas.
Kementerian Luar Negeri Israel melaporkan bahwa 471 orang yang tergabung dalam armada tersebut telah ditangkap setelah kapal mereka dicegat oleh Angkatan Laut Israel di perairan internasional dekat Gaza.
Dari jumlah tersebut, 138 peserta GSF hingga kini masih ditahan di Israel.
Alami Penyiksaan saat Ditahan
Beberapa aktivis melaporkan kekerasan saat ditahan militer Israel. Thunberg dilaporkan mengalami tindakan kasar, bahkan dipaksa untuk mencium bendera Israel.
Hal ini diungkap oleh Jurnalis Turki dan peserta GSF, Ersin Celik, menyebut bahwa Thunberg diseret di tanah dan dipaksa mencium bendera Israel.
Anggota Parlemen Eropa asal Prancis-Palestina, Rima Hassan, juga mengatakan bahwa ia dipukuli oleh dua petugas polisi Israel ketika dipindahkan ke dalam van tahanan.
“Saya dipukul oleh dua polisi ketika mereka memasukkan saya ke dalam van,” ujarnya kepada AFP.
Hassan juga menyebut para tahanan ditahan berkelompok hingga 15 orang per sel dan tidur di atas kasur di penjara keamanan tinggi di Israel.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
