Connect with us

Ekonomi

Magang Gaji UMP Kembali Dibuka November 2025, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!

Kemnaker berencana membuka kembali program magang nasional dengan gaji UMP pada November 2025, simak syarat dan cara daftarnya di sini!

Logompn

Published

on

Magang gaji ump kembali dibuka november 2025, cek syarat dan cara daftarnya!
Magang Gaji UMP Kembali Dibuka November 2025, Cek Syarat dan Cara Daftarnya! | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 15 Oktober 2025 - Kemnenterian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana membuka kembali program magang nasional dengan gaji setara upah minimum provinsi (UMP) pada November 2025.

Program yang ditujukan bagi fresh graduate ini memasuki batch kedua dengan target peserta sebanyak 80 ribu orang, naik signifikan dari batch pertama yang hanya mencakup 20 ribu peserta.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyampaikan bahwa pendaftaran magang nasional batch kedua dijadwalkan mulai pertengahan November 2025.

“Batch 1 sebanyak 20 ribu peserta dan ketika sudah berjalan kita akan siapkan untuk batch 2 sebesar 80 ribu dan kita targetkan itu sekitar pertengahan November sudah jalan,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (13/10).

Yassierli menyebut bahwa Program Magang Nasional batch kedua ini terbuka bagi dua kelompok lulusan pendidikan tinggi jenjang sarjana (S1) dan diploma (D3/D4).

“Tidak hanya untuk sarjana tapi juga diploma, sehingga adik-adik yang melamar ada beberapa posisi untuk diploma,” katanya.

1.265 Perusahaan Telah Buka Lowongan

Pemerintah juga memperluas cakupan tempat magang pada batch ini. Tidak hanya perusahaan swasta, tetapi juga mencakup kementerian, lembaga, dan badan dari pemerintah pusat hingga daerah.

“Pada batch 2, kita perluas perusahaan yang ikut berpartisipasi ke kementerian, lembaga, dan badan. Baik dari pemerintah pusat/daerah karena kami ingin sesuai arahan presiden memberi kesempatan luas dan kesempatan terdistribusi ke semua provinsi,” jelas Yassierli.

Sementara itu, dari sisi penyelenggara hingga Senin (13/10) sore, terdapat 1.265 perusahaan yang telah membuka lowongan untuk program ini.

Jumlah ini meningkat dari data sebelumnya yang mencatat 1.147 perusahaan. Sementara itu, jumlah pendaftar mencapai 111.583 orang dari target nasional sebanyak 200 ribu lulusan.

Baca Juga:  Petugas Haji 2026 akan Dilatih di Barak selama 3 Minggu

Syarat Pendaftaran Magang Gaji UMP

Pelaksanaan Magang Nasional ini berlandaskan pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.

Mengutip informasi resmi dari laman Kemnaker, berikut adalah persyaratan yang wajib dipenuhi calon peserta sebelum mendaftar program magang:

  1. WNI dibuktikan dengan kepemilikan NIK.
  2. Calon peserta merupakan lulusan pendidikan tinggi jenjang Diploma atau Sarjana paling lama satu tahun saat mendaftar program terhitung sejak tanggal ijazah.
  3. Berasal dari Perguruan Tinggi yang terdaftar di Kementerian, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Cara Daftar Magang Pemerintah Gaji UMP

Pendaftaran magang nasional batch 2 ini baru dibuka sekitar pertengahan November 2025. Tahapannya dilakukan secara daring melalui laman MagangHub dengan cara sebagai berikut:

  1. Buat akun di SiapKerja dengan mengisi data diri (NIK, email, dan nomor HP aktif).
  2. Login melalui platform MagangHub menggunakan akun SiapKerja.
  3. Lengkapi profil lalu pilih program magang yang sesuai dengan bakat dan minat.
  4. Setelah mendapat lowongan yang sesuai, kirim lamaran kerja.

Terkait rincian teknis dan dokumen persyaratan, calon peserta bisa menunggu hingga diumumkan lebih lanjut melalui kanal resmi Kemnaker.

Program magang ini merupakan bagian dari kebijakan publik dan kebijakan pemerintah yang berfokus pada penyerapan tenaga kerja baru dalam mendukung kebijakan ekonomi nasional.

Bagi calon peserta yang belum sempat mendaftar, jangan khawatir! Yassierli menyampaikan bahwa program magang direncanakan berlangsung berkelanjutan.

“Jadi sudah ada arahan dari Pak Presiden bahwa ini akan dilakukan juga pada 2026 dan seterusnya. Jadi ini adalah akan menjadi program tidak hanya 2025, tapi juga 2026 dan seterusnya,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

Trending