Connect with us

Internasional

Dulu Paling Kuat, Kini Paspor AS Setara Malaysia dalam Daftar Global

Paspor Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam dua dekade tidak lagi termasuk dalam daftar 10 besar paspor terkuat di dunia.

Logompn

Published

on

Dulu paling kuat, kini paspor as setara malaysia dalam daftar global
Dulu Paling Kuat, Kini Paspor AS Setara Malaysia dalam Daftar Global | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 17 Oktober 2025 - Paspor Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam dua dekade tidak lagi termasuk dalam daftar 10 besar paspor terkuat di dunia.

Berdasarkan data Henley Passport Index (HPI) yang dirilis pada Selasa (14/10), paspor AS kini menempati peringkat ke-12 secara global, setara dengan Malaysia yang memiliki akses bebas visa ke 180 dari total 227 wilayah tujuan di dunia.

Peringkat Turun Akibat Kurang Timbal Balik

Henley and Partners, firma konsultan kewarganegaraan dan tempat tinggal global yang menyusun indeks ini, mencatat bahwa kekuatan paspor AS terus mengalami penurunan sejak menduduki posisi teratas pada 2014.

Penurunan ini dikaitkan dengan kurangnya prinsip timbal balik dalam kebijakan visa AS.

Ketua Henley and Partners, Christian Kaelin, menyatakan bahwa perubahan ini turut menurunkan mobilitas global warga AS.

“Menurunnya kekuatan paspor AS selama 10 tahun terakhir lebih dari sekadar perombakan peringkat. Ini menandakan pergeseran mendasar dalam mobilitas global dan dinamika soft power,” katanya dikutip MPN Indonesia dari CNA pada Jumat (17/10).

Meski pemegang paspor AS dapat mengakses 180 negara tanpa visa, hanya 46 negara yang dapat memasuki AS dengan kebijakan serupa.

Sementara itu, dalam Indeks Keterbukaan Henley, AS kini berada di peringkat ke-77. Indeks ini menilai seberapa terbuka suatu negara terhadap kunjungan warga negara asing tanpa memerlukan visa.

Faktor Anjloknya Kekuatan Visa AS

Penurunan dua peringkat paspor AS ke posisi ke-12 pada tahun ini terjadi setelah beberapa perubahan kebijakan akses masuk dari negara lain.

Baca Juga:  Israel dan Lebanon bakal Negosiasi Pekan Depan di AS

Salah satunya ialah terkait Brasil yang menghentikan akses bebas visa bagi warga AS pada April, karena tidak mendapatkan timbal balik dari Washington.

Penerapan sistem e-visa oleh Somalia dan keputusan Vietnam mengecualikan AS dari daftar negara penerima perluasan bebas visa juga jadi faktor turunnya kekuatan pasport AS.

Lebih lanjut, kebijakan ketat pada era Presiden Donald Trump juga disebut sebagai salah satu penyebab utama turunnya kekuatan paspor AS.

Kebijakan tersebut mencakup pembatasan terhadap pelajar dan tenaga kerja asing, serta penerapan biaya aplikasi visa non-imigran sebesar US$250 dengan kewajiban wawancara langsung.

Analis senior di Center for Strategic and International Studies, Annie Pforzheimer menilai bahwa pendekatan kebijakan domestik yang isolasionis juga tercermin dalam penurunan kekuatan paspor AS.

“Bahkan sebelum masa jabatan kedua Trump sebagai presiden, kebijakan AS telah berorientasi ke dalam negeri. Pola pikir isolasionis ini kini tercermin dalam hilangnya kekuatan paspor Amerika,” katanya.

Malaysia Naik ke Level Global

Di sisi lain, Malaysia kini berada di posisi yang sama dengan AS dengan akses bebas visa ke 180 destinasi.

Pencapaian ini mencerminkan penguatan hubungan diplomatik Malaysia dengan banyak negara di Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Malaysia dinilai aktif memperluas kerja sama internasional, yang berkontribusi pada peningkatan kekuatan paspornya.

Asia Dominasi Daftar Paspor Terkuat

Menurut data HPI 2025, daftar paspor terkuat didominasi oleh negara-negara Asia. Berikut ini posisi tiga teratas:

  • Singapura: akses bebas visa ke 193 negara.
  • Korea Selatan: akses bebas visa ke 190 negara.
  • Jepang: akses bebas visa ke 189 negara.

China juga mengalami peningkatan signifikan dalam satu dekade terakhir. Paspor Tiongkok naik dari peringkat ke-94 pada 2015 menjadi peringkat ke-64 pada 2025, dengan penambahan akses ke 37 destinasi.

Baca Juga:  Saingi AS, China Kirim Tiga Astronot ke Bulan untuk Misi Shenzhou-23

Dalam Indeks Keterbukaan Henley, China kini membuka akses bebas visa untuk 76 negara, atau 30 negara lebih banyak dibandingkan AS.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending