Internasional
Israel Serang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata, 3 Orang Tewas
Tiga orang dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Israel di Lebanon saat gencatan senjata.
MPN Indonesia 27 Oktober 2025 - Tiga orang dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Israel di wilayah selatan dan timur Lebanon pada Minggu (26/10). Serangan ini terjadi di tengah gencatan senjata yang telah berlangsung hampir satu tahun sejak November 2024.
Dikutip dari Al Jazeera, korban tewas terdiri dari dua orang di wilayah Baalbek, termasuk satu warga negara Suriah yang berada di kota al-Hafir, serta satu orang lainnya di Naqoura, Provinsi Tyre.
Adanya korban tewas di wilayah Naqoura dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Kesehatan Lebanon.
“Serangan musuh Israel terhadap sebuah mobil di Naqoura di provinsi Tyre menyebabkan kematian satu orang,” katanya dikutip MPN Indonesia dari AFP pada Senin (27/10).
Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan anggota Hizbullah.
Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut telah membunuh Ali Hussein al-Mousawi di Lebanon timur yang disebut terlibat dalam pengadaan dan pengiriman senjata dari Suriah ke Lebanon, serta Abed Mahmoud al-Sayed, perwakilan lokal Hizbullah di desa Ras Biyyada.
Rentetan Serangan Sebelumnya
Sebelum serangan tersebut, serangkaian serangan mematikan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Lebanon sejak Kamis (23/10).
Pada Kamis (23/10), 4 orang dilaporkan tewas di Lebanon selatan dan timur, termasuk seorang perempuan lanjut usia. Keesokannya, 2 orang tewas akibat serangan udara.
Serangan berlanjut pada Sabtu (25/10), di mana 2 orang dilaporkan tewas dan 1 orang luka-luka dalam dua serangan udara di Lebanon selatan.
Aksi yang dilancarkan Israel pun mendapat sorotan dari komunitas internasional.
Seorang pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa serangan terhadap kendaraan sipil yang dilakukan Israel dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) melaporkan insiden tambahan pada Minggu (26/10), di mana sebuah drone Israel menjatuhkan granat dekat patroli mereka di dekat Kfar Kila, disusul tembakan dari tank Israel.
Meski tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, UNIFIL menilai serangan itu sebagai pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 serta kedaulatan Lebanon.
“(Serangan itu) menunjukkan pengabaian terhadap keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian yang menjalankan mandat Dewan Keamanan di Lebanon selatan,” tulis UNIFIL dalam pernyataan di X dikutip dari Al Jazeera.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
