Connect with us

Viral

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Sukabumi, 3 Ribu Warga Terdampak

Banjir bandang dan longsor melanda Sukabumi pada Senin (27/10), berdampak pada 3.115 warga dan merusak ratusan rumah. Pemerintah tetapkan status tanggap darurat.

Logompn

Published

on

Banjir bandang dan longsor terjang sukabumi, 3 ribu warga terdampak
Ilustrasi Banjir Bandang. Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 30 Oktober 2025 - Banjir bandang dan longsor melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (27/10) sekitar pukul 14.00 WIB.

Bencana alam ini menimpa dua kecamatan, yakni Cisolok dan Cikakak, yang kini berstatus tanggap darurat.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Provinsi Jawa Barat, total warga terdampak mencapai 3.115 jiwa dari 1.042 kepala keluarga (KK).

Sebanyak 3.010 jiwa terdampak banjir bandang, sementara 143 jiwa terdampak longsor.

“Pada hari Senin, 27 Oktober 2025 di wilayah Kabupaten Sukabumi mengalami kejadian bencana banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh cuaca ekstrem dan hujan deras yang berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama,” ujar Daeng Sutisna, Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi dalam keterangannya pada Rabu (29/10).

Dampak Bencana dan Wilayah Terdampak

Banjir dan longsor melanda 17 desa di dua kecamatan, dengan total 18 titik longsor dan 43 lokasi banjir di 15 desa.

Rinciannya sebagai berikut:

  • 577 rumah terdampak banjir
  • 10 KK (38 jiwa) mengungsi
  • 1 KK (5 jiwa) dalam kondisi terancam

Tingkat kerusakan rumah akibat banjir:

  • 49 rumah rusak berat
  • 39 rumah rusak sedang
  • 16 rumah rusak ringan
  • 1 rumah dalam kondisi terancam

Tambahan akibat longsor:

  • 9 rumah rusak berat
  • 10 rumah rusak sedang
  • 7 rumah rusak ringan

Selain itu, dua rumah hanyut di Kampung Cisurupan, Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok.

Dampak juga dirasakan pada fasilitas umum:

  • 4 jalan rusak
  • 4 jembatan rusak
  • 5 tembok penahan tanah (TPT) rusak
  • 1 tempat ibadah terdampak
  • 1 sekolah rusak
  • 1 bangunan lain rusak

Total 41,44 hektar lahan pertanian ikut terdampak bencana.

Baca Juga:  Sejumlah Wanita Ngaku Diduga jadi Korban TH sebelum Kasus Penyekapan di Bandung Terungkap

Pihak BPBD Provinsi Jawa Barat melalui Hadi Rahmat menyampaikan bahwa hingga data terakhir pada Rabu (29/10) pukul 17.50 WIB, belum ada laporan warga yang mengungsi dari wilayah banjir, kecuali di area terdampak longsor.

Penanganan dan Status Tanggap Darurat

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat selama lima hari, terhitung sejak Senin (27/10) hingga Jumat (31/10).

Posko tanggap darurat telah didirikan di dua kecamatan terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, termasuk layanan kesehatan, bantuan bagi kelompok rentan, serta pemulihan infrastruktur.

Menurut Ebet Nugraha dari BPBD Jawa Barat, dua tim telah diterjunkan sejak Selasa (28/10) ke Kecamatan Cisolok untuk membantu korban dan memperbaiki akses jalan.

“Ada dua titik longsor yang menutup akses masyarakat karena material menutup jalan,” jelasnya pada Rabu (29/10).

Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi makanan siap saji, dapur umum, pakaian layak pakai, seragam sekolah, perlengkapan bayi, susu, obat-obatan, popok bayi dan dewasa, selimut, kasur matras, perlengkapan mandi, perlengkapan ibu hamil dan menyusui, layanan kesehatan, administrasi kependudukan, material bangunan, bronjong, dan pipa paralon.

Cuaca dan Penyebab Bencana

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi yang terjadi dalam waktu singkat.

Menurut Riefda Novikarany, Senior Forecaster BMKG, wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi telah memasuki awal musim hujan sejak awal Oktober 2025.

“Dalam dua hari terakhir di wilayah Cisolok, Sukabumi, tercatat curah hujan pada 26 Oktober sebesar 118 mm dan pada 27 Oktober sebesar 124 mm dalam 24 jam. Intensitas ini cukup tinggi dan menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologis,” ungkapnya.

BMKG mengklasifikasikan hujan lebat di atas 50 mm per 24 jam, sangat lebat di atas 100 mm, dan ekstrem di atas 150 mm per 24 jam.

Baca Juga:  Warga Bawa Pelaku Curanmor ke Polsek Cikarang, Polisi: Lepasin Aja kalo Gak Ada LP

Curah hujan di Sukabumi pada periode tersebut termasuk kategori sangat lebat, sesuai dengan kondisi yang memicu banjir bandang dan longsor.

(AKM/NID/RAD)

Trending