Teknologi
Saingi Wikipedia, Elon Musk Luncurkan Grokipedia
Elon Musk meluncurkan Grokpedia, ensiklopedia berbasis AI besutan xAI yang menantang dominasi Wikipedia dengan sistem informasi otomatis berbasis fakta.
MPN Indonesia 31 Oktober 2025 - Elon Musk resmi meluncurkan Grokipedia pada Senin (27/10), sebuah ensiklopedia digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang dikembangkan oleh xAI.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya Musk untuk menghadirkan ekosistem informasi alternatif yang menantang dominasi Wikipedia dalam penyediaan informasi global.
Grokipedia mengadopsi tampilan dan struktur halaman yang menyerupai Wikipedia, namun sepenuhnya dijalankan oleh sistem AI.
Hingga Selasa (28/10), platform ini telah memiliki lebih dari 885.000 artikel, sementara Wikipedia tercatat memiliki lebih dari 7 juta artikel.
Tidak seperti Wikipedia yang dapat diedit secara terbuka, keterlibatan manusia dalam pembuatan konten Grokipedia belum dijelaskan secara rinci.
Pengguna hanya diberi opsi memberikan umpan balik atas kesalahan yang ditemukan.
“Tujuan Grok dan Grokipedia.com adalah kebenaran, seluruh kebenaran, dan hanya kebenaran. Kami tidak akan pernah sempurna, tetapi kita akan tetap berjuang untuk mencapai tujuan itu,” tulis Elon Musk di akun X pribadinya, @elonmusk, pada Selasa (28/10), dikutip MPN Indonesia, Jumat (31/10).
Musk juga menyebutkan harapannya agar suatu saat Grokipedia dapat dikirimkan dalam bentuk fisik ke orbit, Bulan, dan Mars.
Perbedaan Pendekatan Grokipedia dan Wikipedia
Grokipedia dikembangkan oleh developer Jason A. Bloomer dan dijalankan oleh sistem AI Grok milik xAI.
Setiap pencarian atau topik baru yang belum tersedia akan memicu Grok untuk menghasilkan ringkasan berbasis fakta dengan sumber yang dapat diverifikasi.
Hasil pencarian tersebut disimpan dalam bentuk file statis agar mudah diakses dan cepat diindeks oleh mesin pencari.
Grokipedia mengklaim kontennya akan terus berkembang seiring meningkatnya interaksi pengguna dan bot.
Beberapa konten diadaptasi dari Wikipedia dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License.
Namun tidak semua artikel mencantumkan tautan in-line ke sumber, berbeda dengan Wikipedia yang secara konsisten menampilkan referensi di setiap bagian.
Dari segi tampilan, Grokipedia hadir dengan antarmuka dark mode dan gaya penulisan yang bersih meski minim gambar.
Format ini dianggap membantu konsistensi sistem namun mengurangi kenyamanan membaca dalam waktu lama.
Kontroversi Isi dan Perbedaan Narasi
Beberapa artikel di Grokipedia memicu perdebatan karena perbedaan narasi yang signifikan dibanding Wikipedia.
Salah satunya terlihat pada artikel tentang Elon Musk sendiri.
Wikipedia menggambarkan Musk sebagai “figur yang memecah belah” dan mencatat sejumlah kritik, termasuk dugaan penyebaran disinformasi terkait COVID-19.
Sebaliknya, Grokipedia menonjolkan kontribusi Musk terhadap debat teknologi dan kebebasan informasi, serta menyebut reformasi moderasi konten yang dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap bias media tradisional.
Kasus serupa juga terjadi pada artikel tentang George Floyd.
Grokipedia menyebut Floyd sebagai “seorang pria Amerika dengan catatan kriminal yang panjang,” serta menyoroti penggunaan narkoba sebelum kematiannya.
Narasi ini bertolak belakang dengan Wikipedia yang menulis Floyd “dibunuh oleh seorang petugas polisi kulit putih” dan menyoroti konteks sosial serta gerakan protes yang menyusul.
Grokipedia menggambarkan protes nasional akibat kematian Floyd sebagai “kerusuhan sipil yang luas, termasuk kerusakan properti senilai miliaran dolar.”
Namun, sumber yang dicantumkan, yaitu obituari dari Asosiasi Sejarah Negara Bagian Texas, tidak mendukung klaim tersebut.
Ketika dimintai tanggapan mengenai ketidaksesuaian isi, tanggapan otomatis dari media xAI hanya berisi kalimat: “Legacy Media Lies.”
Fokus pada Kebebasan Informasi
Dalam pernyataannya, pihak pengembang menyebut Grokipedia dirancang sebagai “ensiklopedia statis yang terus diperbarui” dan dapat diakses secara bebas, termasuk oleh mesin pencari maupun bot.
Sistem ini diklaim mampu memperluas basis data setiap kali ada pencarian baru, sejalan dengan misi xAI untuk “memahami Semesta.”
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
