Teknologi
Diduga Pesawat Alien, NASA Pastikan Komet 3I/ATLAS Tak Berbahaya
NASA membantah isu yang menyebut bahwa komet 3I/ATLAS tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi karena lintasannya tergolong jauh.
MPN Indonesia 1 November 2025 - Kemunculan komet 3I/ATLAS yang akan melintasi tata surya jadi bahan perbincangan karena benda itu disebut-sebut sebagai objek buatan bahkan pesawat luar angkasa milik alien.
Menanggapi isu yang beredar, NASA menyebut bahwa benda langit tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi karena lintasannya tergolong jauh.
“Komet 3I/ATLAS tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi dan akan tetap jauh. Jarak terdekatnya dengan planet kita adalah sekitar 1,8 unit astronomi (sekitar 170 juta mil, atau 270 juta kilometer),” bunyi keterangan NASA dikutip MPN Indonesia dari laman resminya pada Sabtu (1/11).
Komet Antar Bintang Ketiga yang Terdeteksi
Asal pasti komet 3I/ATLAS masih belum diketahui. Namun, dipastikan bahwa komet ini berasal dari luar sistem tata surya.
Komet ini melintasi tata surya dengan kecepatan tinggi, yakni 209.000 kilometer per jam, dan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari pada akhir Oktober 2025 lewat jarak 1,4 AU atau 210 juta kilometer, berada dalam orbit Mars dan lebih jauh dari Bumi.
3I/ATLAS merupakan komet antar bintang (interstellar comet) ketiga yang berhasil terdeteksi pada 1 Juli 2025 melalui teleskop ATLAS di Rio Hurtado, Chili, dan didukung pengamatan dari Teleskop Antariksa Hubble.
Dua komet serupa yang pernah ditemukan, yaitu 1I/ʻOumuamua pada 2017 dan 2I/Borisov pada 2019.
Berdasarkan pengamatan dari Hubble, inti komet 3I/ATLAS diperkirakan memiliki diameter maksimum 5,6 kilometer, meskipun bisa sekecil 320 meter.
Struktur ini terdiri dari es dan debu, bukan logam atau material buatan.
Fenomena Orbit Hiperbolik dan Anti-tail
Lintasan 3I/ATLAS berbentuk hiperbolik, menunjukkan bahwa objek ini tidak akan kembali lagi setelah melintasi tata surya.
Gambar dari Hubble juga mengungkap fenomena anti-tail, yaitu bagian coma yang mengembang ke arah Matahari, diduga akibat sublimasi es yang tidak merata.
Meski sempat muncul spekulasi bahwa 3I/ATLAS adalah pesawat alien karena gerakannya yang tidak biasa, teori ini telah dibantah.
Seorang ilmuwan, Michael Kuppers menyatakan bahwa komet ini tampak seperti komet dan berperilaku seperti komet, tidak ada alasan menganggapnya sesuatu yang lain.
Profesor Avi Loeb dari Harvard sempat mencurigai gerakan aneh komet ini, seperti dorongan ke samping saat mendekati Matahari.
Ia menyebut perubahan warna komet yang menjadi lebih biru juga tidak umum.
Namun, ia tidak menyimpulkan bahwa itu adalah objek buatan, melainkan mengingatkan untuk tidak mengabaikan data yang tidak biasa.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
