Connect with us

Lifestyle

Pentingnya Atasi Trauma Healing bagi Korban Pascabencana

Upaya trauma healing menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan korban pascabencana alam, simak penjelasannya di sini!

Logompn

Published

on

Pentingnya atasi trauma healing bagi korban pascabencana
Pentingnya Atasi Trauma Healing bagi Korban Pascabencana | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 Desember 2025 - Upaya trauma healing menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan korban pascabencana alam.

Dikutip dari BPBD Boyolali pada Jumat (5/12), trauma healing merupakan upaya yang dilakukan perorangan atau tim dengan metode tertentu untuk menyembuhkan atau meringankan beban yang mengguncang jiwa seseorang akibat kejadian trauma.

Dengan terapi ini, korban diharapkan dapat sembuh dari trauma dan menjalani kehidupannya seperti biasa sebagaimana sebelum bencana terjadi.

Terapi ini diperlukan untuk negara-negara rawan bencana seperti Indonesia yang kerap mengalami peristiwa tanah longsor, banjir, gunung api, gempa bumi, dan sebagainya.

Reaksi Psikologis Korban Pascabencana

Yang jarang disadari, korban bencana sering kali menunjukkan berbagai reaksi umum akibat tekanan emosional seperti rasa takut berlebih, kenangan traumatis yang muncul tiba-tiba, insomnia, serta kewaspadaan ekstrem.

Berikut adalah beberapa reaksi yang biasa ditunjukkan korban pascabencana.

  1. Perasaan cemas, sedih mendalam, mudah tersinggung atau merasa kewalahan.
  2. Munculnya ingatan traumatis yang mendadak disertai reaksi fisik seperti detak jantung cepat dan berkeringat.
  3. Gangguan tidur dan pola makan, mulai dari terlalu banyak tidur hingga insomnia, atau kehilangan nafsu makan.
  4. Sensitivitas terhadap lingkungan seperti suara keras atau bau tertentu yang memicu kecemasan.
  5. Ketegangan dalam hubungan interpersonal, termasuk peningkatan konflik dengan keluarga dan kecenderungan menyendiri.
  6. Gejala fisik seperti sakit kepala, mual, dan nyeri dada.

Cara Menerapkan Trauma Healing pada Korban Pascabencana

Untuk menangani reaksi tersebut, terapi trauma healing dapat dilakukan melalui pendekatan psikososial seperti yang tertulis dalam laman BPBD Boyolali.

Terapi psikososial dapat menjadi metode utama untuk membantu korban agar mampu melanjutkan hidupnya.

Baca Juga:  WALHI Sebut Penyempitan Aliran Sungai Dapat Meningkatkan Risiko Banjir

Layanan ini tidak hanya difokuskan pada penyembuhan trauma, tetapi juga menguatkan ketahanan mental korban terhadap situasi pascabencana.

Selain itu, ada pula langkah-langkah umum yang dapat diterapkan dalam menangani trauma seperti yang dikutip MPN Indonesia dari laman Halodoc, yakni:

  1. Memberikan waktu bagi korban untuk beradaptasi secara emosional dengan kondisi pascabencana.
  2. Mendorong korban mencari dukungan sosial dari keluarga, teman, atau sesama penyintas.
  3. Menyediakan ruang bagi korban untuk mengekspresikan pengalaman mereka melalui komunikasi atau aktivitas kreatif.
  4. Memfasilitasi kelompok pendukung yang dipandu tenaga profesional berpengalaman.
  5. Mendorong gaya hidup sehat dengan nutrisi seimbang, istirahat cukup, dan penghindaran zat adiktif.
  6. Membantu korban kembali menjalankan rutinitas harian untuk menciptakan kestabilan emosional.

Dengan mempertimbangkan kerentanan Indonesia terhadap bencana, trauma healing bukan hanya menjadi bagian dari pemulihan fisik, tetapi juga aspek krusial dalam menjaga kesehatan mental korban bencana alam.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending