Connect with us

Lifestyle

Apa Bedanya Banjir, Banjir Rob, dan Banjir Bandang?

Penjelasan lengkap tentang jenis-jenis banjir di Indonesia, banjir, banjir rob, banjir bandang, banjir lumpur, dan banjir cileunang, beserta penyebab dan dampaknya. Informasi ringkas, jelas, dan mudah dipahami.

Logompn

Published

on

Apa bedanya banjir, banjir rob, dan banjir bandang
Ilustrasi Banjir. Gambar : Unsplash/Chris Gallagher

MPN Indonesia 6 Desember 2025 - Banjir, banjir rob, dan banjir bandang merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama saat musim hujan.

Ketiganya memiliki perbedaan dalam penyebab, lokasi kejadian, serta tingkat dampaknya.

Pemahaman mengenai perbedaan ini penting untuk memudahkan identifikasi risiko dan penanganannya.

Banjir biasa terjadi ketika air dari sungai, danau, atau selokan meluap akibat curah hujan tinggi atau saluran air yang tersumbat.

Banjir rob muncul ketika permukaan air laut naik dan masuk ke daratan, terutama di wilayah pesisir.

Sementara banjir bandang merupakan aliran air deras yang membawa material besar seperti lumpur, batu, dan pohon, biasanya di wilayah pegunungan akibat kerusakan hutan.

Jenis-Jenis Banjir

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, terdapat beberapa tipe banjir yang penting untuk diketahui. Berikut lima di antaranya:

Banjir Bandang

Banjir bandang memiliki daya rusak tinggi dan sering menimbulkan korban jiwa.

Bencana ini biasanya dipicu oleh kerusakan lingkungan seperti gundulnya hutan di wilayah pegunungan.

Arus air datang tiba-tiba sambil membawa lumpur, batu besar, dan pohon tumbang yang dapat merusak rumah dan fasilitas umum.

Banjir Rob

Banjir rob terjadi akibat naiknya permukaan air laut yang masuk ke daratan.

Baca Juga:  Mensos dan Wamensos Turun Tangan, Siapkan Makan Sahur untuk Korban Banjir di Bekasi

Contoh wilayah yang sering terdampak adalah Muara Baru, Jakarta.

Ketika air laut pasang, aliran sungai terhambat sehingga memicu tanggul jebol dan air meluap ke permukiman.

Banjir rob umumnya bersifat berkala dan muncul saat fase pasang tinggi.

Banjir Air (Banjir Umum)

Banjir air merupakan jenis yang paling sering terjadi, terutama di kawasan perkotaan.

Banjir ini disebabkan oleh meluapnya air dari sungai, danau, atau selokan akibat curah hujan tinggi dalam waktu lama.

Sistem drainase yang buruk memperparah kondisi ini hingga air meluap ke jalan dan permukiman.

Banjir Lumpur

Banjir lumpur memiliki kemiripan dengan banjir bandang, tetapi sumber lumpurnya berasal dari dalam bumi yang keluar secara tiba-tiba.

Lumpur yang mengandung gas berbahaya dapat menggenangi permukaan dan menimbulkan ancaman kesehatan serta kerusakan lingkungan.

Meskipun jarang terjadi, dampaknya cukup serius.

Banjir Cileunang (Cileuncang)

Banjir cileunang adalah banjir yang muncul akibat hujan deras berintensitas tinggi dalam waktu singkat.

Debit air meningkat drastis dan tidak dapat ditampung saluran air, sehingga meluap ke jalan dan lingkungan sekitar.

Jenis banjir ini umum terjadi di daerah yang sistem drainasenya tidak memadai.

Penyebab Terjadinya Banjir

Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya banjir, di antaranya:

1. Saluran Air Tersumbat

Tersumbatnya aliran sungai maupun selokan menjadi salah satu penyebab utama banjir.

Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan ke sungai membuat aliran air terhambat dan akhirnya meluap ketika volume air meningkat.

2. Curah Hujan Tinggi

Hujan deras dalam waktu yang lama dapat menyebabkan sungai dan drainase tidak mampu menampung debit air yang berlebihan, sehingga air meluap ke permukiman.

3. Penebangan Hutan

Penggundulan hutan akibat penebangan liar mengurangi jumlah pohon yang berfungsi menyerap dan menahan air.

Baca Juga:  Banjir Bandang Landa Cirebon, Diduga Imbas Tanggul Sungai Cipager Jebol

Ketika pepohonan semakin berkurang, air hujan lebih mudah mengalir deras ke bawah dan menyebabkan banjir.

4. Minimnya Area Resapan

Berkurangnya ruang terbuka hijau serta banyaknya permukaan tanah yang sudah ditutupi aspal atau beton membuat air hujan tidak bisa meresap ke dalam tanah.

Kondisi ini memperbesar risiko banjir di kawasan perkotaan.

Dampak dari Banjir

Banjir dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat maupun lingkungan. Beberapa dampaknya adalah:

1. Mengakibatkan Korban Jiwa

Peristiwa seperti banjir bandang bisa menyebabkan orang terseret arus atau bahkan kehilangan nyawa karena terlambat menyelamatkan diri.

2. Merusak Lahan Pertanian

Sawah dan ladang yang terendam air berhari-hari dapat gagal panen, sehingga petani mengalami kerugian dan sektor ekonomi ikut terdampak.

3. Menjadi Sumber Penyakit

Genangan air banjir adalah tempat berkembang biak berbagai penyakit.

Kondisi lingkungan yang kotor membuat risiko penularan penyakit semakin tinggi setelah banjir melanda.

Cara Mengatasi Banjir

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi risiko banjir antara lain:

1. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Masyarakat harus rutin menjaga kebersihan sungai dan saluran air.

Jangan menjadikan sungai atau selokan sebagai tempat pembuangan sampah agar aliran air tetap lancar.

2. Tidak Mendirikan Rumah di Bantaran Sungai

Membangun rumah di pinggir sungai dapat mengganggu aliran air dan menambah risiko banjir.

Area bantaran sungai sebaiknya digunakan sebagai ruang terbuka atau jalur hijau.

3. Melakukan Tebang Pilih dan Reboisasi

Jika menebang pohon, harus ada penanaman kembali sebagai pengganti.

Program tebang pilih dan reboisasi penting untuk menjaga kelestarian hutan agar tetap mampu menyerap air dan mencegah banjir.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending