Connect with us

Viral

Diduga Ada Aktivitas Tambang hingga Proyek PLTP Gagal di Gunung Slamet, Gubernur Jateng Angkat Bicara

Bupati Banyumas melaporkan tiga tambang bermasalah di lereng Gunung Slamet. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bentuk satgas dan tegaskan kawasan itu dalam proses jadi taman nasional.

Logompn

Published

on

Diduga ada aktivitas tambang hingga proyek pltp gagal di gunung slamet, gubernur jateng angkat bicara
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Gambar : Dok. Humas Pemprov Jateng

MPN Indonesia 9 Desember 2025 - Kondisi lingkungan di lereng Gunung Slamet kembali menjadi sorotan setelah laporan terkait aktivitas tambang dan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang gagal di kawasan tersebut.

Dalam rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan laporan kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengenai tiga titik tambang yang dinilai bermasalah dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius.

Laporan Tambang Bermasalah di Lereng Gunung Slamet

Laporan pertama berkaitan dengan proyek PLTP di wilayah Kecamatan Cilongok, berbatasan dengan Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Proyek oleh PT Sejahtera Alam Energi (PT SAE) itu dinyatakan gagal dan tidak dilanjutkan.

Saat ini, PT SAE hanya melakukan reboisasi untuk memulihkan kawasan terdampak.

Sadewo juga menyoroti tambang batu di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, yang mendapat penolakan masyarakat.

“Kedua, berupa tambang batu di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, yang menuai penolakan dari masyarakat,” ujar Sadewo, dikutip MPN Indonesia dari Antara, Selasa (9/12).

Tambang tersebut telah ditutup sementara sambil menunggu penyelesaian sesuai ketentuan.

Tambang ketiga berada di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang. Aktivitas penambangan pasir dan tanah di lokasi itu memicu keluhan warga dan memerlukan penanganan lanjutan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pertambangan.

“Kita bentuk satgas penambangan yang isinya dinas kita, kepolisian, TNI, dan kejaksaan. Besok Dinas ESDM langsung buat surat ke Polda, Kodam, dan Kejaksaan untuk tindak lanjut agar tidak salah sasaran,” ungkapnya.

Respons Gubernur Terkait Perlindungan Kawasan Gunung Slamet

Pada acara Ngobrol Seru Bareng Gubernur Jawa Tengah di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (6/12), Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kawasan Gunung Slamet sedang dalam proses menjadi taman nasional.

Baca Juga:  Danantara: Banyak Rakyat Indonesia Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Karena itu, ia memastikan aktivitas penambangan tidak diperbolehkan.

“Gunung Slamet itu sudah (diproses) menjadi kawasan taman nasional. Maka tidak boleh ada penambangan,” jelasnya saat menjawab pertanyaan seorang mahasiswa Universitas Indonesia asal Pemalang, Dikri Mulia, mengenai penambangan pasir di kawasan tersebut.

Luthfi juga menegaskan pentingnya masukan masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam upaya pencegahan bencana dan perlindungan lingkungan.

Ia menyampaikan bahwa kepala daerah yang wilayahnya berada di sekitar Gunung Slamet telah diminta melakukan mitigasi untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Sebelumnya, Luthfi telah mengimbau seluruh daerah di Jawa Tengah untuk mewaspadai wilayah rawan longsor dan banjir.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan di pegunungan, dataran tinggi, hingga pesisir.

Isu lingkungan sosial yang berkembang terkait penolakan warga terhadap kegiatan tambang serta kekhawatiran atas dampak jangka panjang memperkuat perlunya penanganan terpadu.

Gubernur memastikan langkah konkret sudah berjalan, termasuk pelibatan TNI, Polri, dan kejaksaan, guna menindak aktivitas pertambangan yang dinilai melanggar ketentuan lingkungan.

(AKM/NID/RAD)

Trending