Connect with us

Lifestyle

Kemenkes Ungkap 62 Warga RI Terinfeksi Super Flu, Berikut Cara Mencegahnya Menurut IDAI

Sebanyak 62 warga Indonesia terinfeksi super flu H3N2 subclade K. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terdampak.

Logompn

Published

on

Kemenkes ungkap 62 warga ri terinfeksi super flu, berikut cara mencegahnya menurut idai
Ilustrasi virus Super Flu. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 Januari 2026 - Sebanyak 62 warga Indonesia terinfeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu.

Kasus infeksi ini terdeteksi di delapan provinsi, dengan sebaran terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Temuan tersebut mendorong peningkatan kewaspadaan terutama di kalangan medis dan masyarakat, mengingat kelompok anak-anak menjadi pihak paling rentan terdampak.

Kemenkes mencatat bahwa kelompok usia 1–10 tahun menyumbang sekitar 35% dari total kasus, sedangkan 64% pasien yang terinfeksi merupakan perempuan.

Penyebaran virus yang dominan menyerang anak-anak ini mendorong perhatian khusus terhadap pencegahan sejak dini di lingkungan keluarga dan sekolah, guna memutus rantai penularan yang cepat.

Merespons situasi ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K), menyatakan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat.

“Pencegahan terbaik adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memakai masker, rutin mencuci tangan, menjaga jarak dari orang yang sakit, serta melakukan imunisasi influenza terutama untuk balita,” ujarnya dikutip MPN Indonesia dari Detikcom, Minggu (4/1).

Langkah Pencegahan dari IDAI

Menurut Dr Nastiti, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir menjadi tindakan penting dalam mencegah penyebaran super flu.

Bila fasilitas mencuci tangan tidak tersedia, hand sanitizer dapat digunakan sebagai alternatif.

Selain itu, anak-anak dianjurkan untuk memperbanyak waktu istirahat, cukup minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan etika batuk dengan menutup mulut, serta membawa anak ke dokter apabila gejala memburuk atau muncul tanda bahaya tertentu.

Vaksinasi influenza juga direkomendasikan sebagai salah satu upaya pencegahan efektif terhadap penyebaran super flu.

Baca Juga:  China Tuding AS Gunakan COVID-19 untuk Serang Negara Lain demi Tutupi Kegagalan Sendiri

“Vaksin influenza direkomendasikan mulai usia 6 bulan. Untuk dosis pertama diberikan dua kali dengan interval empat minggu, kemudian dilanjutkan satu dosis setiap tahun,” jelasnya.

Meski varian H3N2 subclade K diketahui memiliki tingkat penularan lebih tinggi, vaksin influenza yang tersedia masih dinilai efektif dalam menurunkan risiko infeksi serta mengurangi tingkat keparahan gejala.

Berdasarkan data medis yang disampaikan, vaksin influenza terbukti mampu menurunkan angka kematian dan rawat inap sebesar 70–75% pada anak-anak dan 30–40% pada orang dewasa.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending