Connect with us

Viral

Pencarian Ditutup, Tim SAR dan Keluarga Pelatih Valencia CF Tabur Bunga

Tim SAR gabungan menutup pencarian korban kapal pinisi Putri Sakinah di perairan Komodo. Satu korban WN Spanyol masih belum ditemukan.

Logompn

Published

on

Pencarian ditutup, tim sar dan keluarga pelatih valencia cf tabur bunga
Pencarian Ditutup, Tim SAR dan Keluarga Pelatih Valencia CF Tabur Bunga. Gambar : Dok. Polairud Polda NTT

MPN Indonesia 10 Januari 2026 - Tim SAR gabungan resmi menutup operasi pencarian korban kecelakaan kapal pinisi Putri Sakinah pada Jumat (9/1), setelah pencarian hari ke-15 tidak membuahkan hasil.

Penutupan dilakukan di lokasi tenggelamnya kapal di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Korban terakhir yang belum ditemukan merupakan anak dari pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, warga negara Spanyol.

Operasi SAR Dihentikan dan Prosesi Tabur Bunga

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Nusa Tenggara Timur, Samuel Halundaka, menyatakan bahwa pada Jumat (9/1) menjadi batas akhir operasi pencarian sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bahwa kami akan menyelesaikan pencarian korban KLM Putri Sakinah bersama tim SAR gabungan, dan hari ini adalah hari ke-15, hari terakhir pencarian dengan batas waktu sampai jam 14.00,” ujar Samuel Halundaka, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Kompas TV pada Sabtu (10/1).

Setelah operasi dihentikan, tim SAR bersama keluarga korban menggelar prosesi tabur bunga di lokasi kapal tenggelam.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban, sesuai permintaan Gubernur Nusa Tenggara Timur.

Kendala Cuaca dan Perpanjangan Pencarian

Kepala Kantor Basarnas Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa operasi pencarian sebelumnya telah diperpanjang sebanyak tiga kali, namun belum membuahkan hasil.

Ia menyebut kondisi cuaca menjadi kendala utama selama proses pencarian, terutama pada hari ke-14 operasi.

“Arus masih cukup kencang dan juga sempat terjadi hujan, dan juga kami melihat secara langsung di situ gelombang juga ada,” ungkap Fathur Rahman di Posko Operasi SAR I, Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Kamis malam (8/1).

Baca Juga:  Kapal yang Angkut 37 WNI Tenggelam di Perairan Malaysia, 14 Orang Hilang

Kronologi Kecelakaan Kapal Pinisi

Kapal pinisi Putri Sakinah dilaporkan tenggelam pada Jumat malam (26/12/2025) di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.

Dalam insiden tersebut, Martin Fernando bersama tiga anaknya menjadi korban.

Dari empat korban, tiga jenazah telah ditemukan. Martin Carreras Fernando ditemukan pada 4 Januari 2026.

Putrinya yang berusia 12 tahun ditemukan pada Senin (29/12/2025).

Anak laki-lakinya yang berusia 10 tahun ditemukan pada Selasa (6/1) di dalam bangkai kapal yang terdampar di Pantai Pede, Pulau Komodo, sekitar 14 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal.

Satu anak lainnya hingga kini belum ditemukan dan menjadi satu-satunya korban yang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, istri Fernando dan anak bungsunya berhasil selamat dalam kejadian tersebut.

Area Pencarian Darat dan Laut

Selain pencarian di laut, tim SAR gabungan juga menyisir wilayah daratan di sekitar lokasi kejadian, termasuk kawasan hutan mangrove di Pulau Serai.

“Kami memprediksi semua daratan yang ada di Pulau Padar, Labuan Bajo, termasuk di daerah mangrove tersebut kami melaksanakan pencarian sampai ke lokasi tersebut,” kata Fathur Rahman.

Keluarga korban turut melaksanakan prosesi tabur bunga dari atas kapal milik Polri di lokasi kejadian.

“Keluarga korban juga melaksanakan prosesi tabur bunga di lokasi kejadian,” jelas Fathur Rahman.

Tidak disebutkan secara rinci jumlah anggota keluarga yang hadir dalam prosesi tersebut.

Penetapan Tersangka dan Proses Hukum

Dalam perkembangan penanganan kasus ini, kepolisian telah menetapkan dua tersangka, yakni nakhoda kapal dan anak buah kapal (ABK) bagian mesin.

Keduanya diduga lalai dalam pengoperasian kapal sehingga menyebabkan kecelakaan laut yang menewaskan warga negara asing.

Baca Juga:  Kapal Basarnas Meledak di Ternate, 3 Orang Tewas dan 1 Wartawan Dikabarkan Hilang

Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Henry Novika Chandra, menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan awal.

Penyidik menilai terdapat unsur kelalaian dalam pengoperasian kapal yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan laut dengan korban jiwa.

Gelar perkara dilakukan oleh Polres Manggarai Barat dengan melibatkan Ditreskrimum Polda NTT, Propam, serta unsur pengawasan internal kepolisian.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending