Connect with us

Politik

Prabowo akan Bangun Kampus Kedokteran dan Teknik, Kuliah Gratis Ditanggung Negara!

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembangunan kampus kedokteran dan teknik gratis di berbagai daerah untuk menjawab kekurangan tenaga medis dan teknis nasional.

Logompn

Published

on

Prabowo akan bangun kampus kedokteran dan teknik, kuliah gratis ditanggung negara!
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serempak yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Gambar : Instagram/@sekretariat.kabinet

MPN Indonesia 13 Januari 2026 - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembangunan kampus kedokteran dan teknik di berbagai wilayah Indonesia yang akan digratiskan bagi seluruh anak bangsa.

Kebijakan pemerintah ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan tenaga medis dan teknis nasional sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serempak yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

Kampus Kedokteran dan Teknik Gratis

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa seluruh biaya pendidikan di kampus-kampus yang akan dibangun tersebut akan ditanggung negara.

Kampus kedokteran, teknik, dan bidang strategis lainnya akan dibuka untuk seluruh anak Indonesia tanpa pungutan biaya.

“Dan di kampus kedokteran ini dan rencana saya kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik dan yang sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara,” ujar Prabowo dalam pidatonya, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (13/1).

Menurut Prabowo, langkah ini merupakan kebijakan pendidikan nyata pemerintah untuk memperkuat sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan tinggi yang inklusif.

Atasi Kekurangan Tenaga Medis Nasional

Prabowo menjelaskan bahwa salah satu alasan utama pembangunan kampus kedokteran adalah masih minimnya jumlah tenaga medis di Indonesia.

Ia menyebut Indonesia saat ini kekurangan dokter hingga ratusan ribu orang, termasuk dokter gigi.

Pembukaan kampus kedokteran dan teknik dinilai sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus mempercepat pemerataan layanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur nasional.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Targetkan Listrik Masuk ke 5.700 Desa hingga 2030

Akses Pendidikan untuk Semua Lapisan Masyarakat

Presiden menekankan bahwa kebijakan ini ditujukan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

Ia menegaskan bahwa latar belakang ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.

“Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal. Itu cita-cita saya saudara-saudara,” kata Prabowo.

Ia juga menilai pendidikan sebagai cara paling efektif untuk menghapus kemiskinan.

Namun, menurutnya, pembangunan sektor pendidikan membutuhkan anggaran yang memadai serta pengelolaan keuangan negara yang bersih dan berani menghadapi tantangan.

“Kita harus berani, siapa berani dia menang. Berani berbuat, sebelum berbuat, berani melihat keadaan yang sebenarnya, berani melihat kesulitan, berani menghadapi kesulitan, jangan lari dari kesulitan, jangan menutupi kesulitan, lihat kesulitan dan hadapi, atasi baru kita bangkit sebagai bangsa,” jelasnya.

Pembangunan Kampus sebagai Langkah Nyata

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan kampus merupakan tindakan konkret pemerintah dan bukan sekadar wacana.

“Tidak bisa hanya dengan bicara, dengan memfitnah, menghardik, mengejek, tidak bisa. Kita harus buka sekolah-sekolah, kampus-kampus yang banyak,” pungkasnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan pemerataan kesempatan belajar di jenjang pendidikan tinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

(AKM/NID/RAD)

Trending