Connect with us

Berita

Menkes Budi: Jangan Pernah Mau sama Cowok Perokok, Red Flag!

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengingatkan perempuan menjauhi pasangan perokok karena risiko kanker payudara dan serviks meningkat hingga 40 persen.

Logompn

Published

on

Menkes budi jangan pernah mau sama cowok perokok, red flag!
Ilustrasi Cowok Perokok. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 Januari 2026 - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengingatkan perempuan agar tidak menjalin hubungan dengan pria perokok karena berisiko membahayakan kesehatan fisik.

Peringatan tersebut disampaikan melalui program #BudiGemarSharing yang diunggah di akun Instagram @bgsadikin pada Senin (12/1).

Menurut Budi, kebiasaan merokok tidak hanya berdampak pada perokok aktif, tetapi juga menimbulkan risiko serius bagi pasangan yang terpapar asap rokok secara tidak langsung.

“Untuk para perempuan, jauhi cowok perokok. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar,” ujar Budi Gunadi Sadikin yang akrab disapa BGS, dalam video tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (14/1).

Risiko Perokok Pasif bagi Kesehatan Perempuan

Budi menjelaskan bahwa asap rokok tidak hanya dihirup secara langsung, tetapi juga dapat menempel di udara, pakaian, rambut, hingga kulit.

Paparan tersebut membuat perempuan berisiko menjadi perokok pasif, bahkan thirdhand smoker, tanpa disadari.

Ia menyebut perempuan yang terpapar asap rokok memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak terpapar.

“Begitu jadi perokok pasif, risiko kanker payudara dan kanker serviks naik 40%. Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, membuat aktivitas harian kita jadi sulit, bahkan mendekatkan kita pada kematian,” tegasnya.

Dampak Paparan Asap Rokok dalam Kehidupan Sehari-hari

Menteri Kesehatan menekankan bahwa dampak rokok terhadap kesehatan perempuan tidak hanya bersifat jangka panjang, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.

Zat berbahaya dari rokok tetap dapat masuk ke dalam tubuh meski seseorang tidak merokok secara aktif.

“Asap rokok itu bisa masuk ke tubuh tanpa disadari dan membuat kamu menjadi perokok pasif,” jelas Budi.

Baca Juga:  Minum Obat Lalu Ngopi, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasannya!

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat perempuan menanggung dampak kesehatan dari kebiasaan pasangan.

“Dia yang merokok, tapi tubuhmu yang harus nanggung,” ucapnya.

Menurutnya, paparan ini dapat mengganggu aktivitas harian dan dalam kondisi tertentu berujung pada kematian.

Pemerintah Sediakan Cek Kesehatan Gratis

Selain peringatan, Budi juga menyampaikan bahwa pemerintah menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas.

Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko kanker, khususnya bagi perempuan dengan faktor risiko akibat paparan asap rokok.

Layanan yang tersedia mencakup pemeriksaan payudara klinis, USG jaringan payudara, serta tes HPV DNA untuk mendeteksi kanker serviks.

“Kalau kamu punya faktor risiko, kamu bisa skrining kanker lewat layanan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas. Semuanya gratis,” kata Budi.

Ia mengajak perempuan untuk memanfaatkan layanan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri.

“Yuk sayangi diri sendiri dan cek kesehatan gratis dari sekarang. Salam sehat,” pungkasnya.

Budi juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan kesadaran bahaya rokok kepada anak perempuan sejak dini agar lebih bijak dalam memilih pasangan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending