Connect with us

Lifestyle

Menkes Sentil Kebiasaan Warga +62 Pemicu Diabetes hingga Berbagai Penyakit Kronis Lain

Menteri Kesehatan menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang dinilai menjadi pemicu meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes.

Logompn

Published

on

Menkes sentil kebiasaan warga +62 pemicu diabetes hingga berbagai penyakit kronis lain
Menkes Sentil Kebiasaan Warga +62 Pemicu Diabetes hingga Berbagai Penyakit Kronis Lain | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 21 Januari 2026 - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang dinilai menjadi pemicu meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes.

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (19/1).

Ia menyebut konsumsi berlebihan makanan dan minuman manis serta kegemukan sebagai dua faktor utama penyebab gangguan kesehatan.

Banyak Orang yang Mengabaikan Kondisi Tubuh

Menurut Budi, masyarakat Indonesia cenderung mengabaikan kondisi tubuh dan jarang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Padahal, ia menekankan bahwa gula merupakan pemicu utama berbagai penyakit serius.

“Gula ini mother of all diseases, didiemin kita rasa sehat. Orang Indonesia suka gitu kan? Nggak diapa-apain kena ginjal, kena mata, kena stroke, jantung, segala macam penyakit keluar,” ujar Budi Gunadi.

Kegemukan juga ditegaskan sebagai masalah serius yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit.

“Gemuk itu masalah. Dan gemuk itu nanti akan menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, dan saya ada catatan diabetes nih,” tambah dia.

Temuan Kemenkes soal Pengidap Diabetes

Berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Kementerian Kesehatan mencatat Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sebagai penyumbang kasus diabetes terbanyak.

Dari data tersebut, hanya 295.048 peserta yang tercatat sebagai penderita diabetes dengan kondisi yang terkendali.

“Ini yang kita dapat 295.048 (peserta CKG diabetes yang terkendali) menurut saya sangat under nih. Ini sedang ada masalah, ini sedang kami cek kenapa rendah sekali,” kata Budi Gunadi.

Lebih lanjut, Budi menyebut bahwa dari jumlah tersebut, hanya 6.736 pasien yang diabetes-nya benar-benar terkendali setelah rutin mengonsumsi obat seperti metformin.

Baca Juga:  Ini Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa!

Ia menegaskan bahwa tahun ini Kementerian Kesehatan akan memperluas dan mengintensifkan pengawasan terhadap pasien diabetes.

“Nah itu diberikan obat, sama dikasih metformin setiap kali dia minum, itu yang terkendali sangat rendah sekali 6.736. Ini yang tahun ini akan kami masifkan,” jelasnya.

Untuk menekan risiko komplikasi seperti stroke dan serangan jantung, Kementerian Kesehatan akan memberikan penanganan langsung saat gejala awal risiko kardiovaskular muncul.

“Langsung kami obatin, sehingga tidak usah masuk rumah sakit, tidak usah stroke, tidak usah kena serangan jantung,” kata Budi.

Temuan Lain

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi diabetes tercatat sekitar 13 persen. Namun ia menilai angka tersebut lebih rendah dari yang seharusnya.

“Nih angkanya agak aneh. Karena Survei Kesehatan Indonesia itu 13 persen, ini rendah sekali. Dia mungkin seharusnya 50 sampai 60 persen dari tekanan darah tinggi, ya. Tapi kita ketangkapnya waktu skriningnya kenapa rendah sekali,” ujarnya.

Ia mengaitkan rendahnya angka temuan tersebut dengan minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan.

“Tapi di dewasa itu, obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah, dan kolesterol itu tinggi,” jelas menteri kesehatan.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada kelompok usia lanjut, terutama di atas 60 tahun.

Budi menyebut bahwa persoalan gigi, tekanan darah, dan kolesterol tinggi merupakan keluhan yang kerap ditemukan pada kelompok usia ini.

“Ya, kalau yang di atas 60, sama juga, gigi itu masalah. Jadi sering-seringlah ke dokter gigi, karena kalau sudah di atas 60 giginya tidak dirawat, itu kita akan menderita hidupnya,” ungkapnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending