Connect with us

Internasional

AS Angkat Kaki dari WHO, Masih Punya Utang Rp4,3 Triliun

AS resmi keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (23/1), sebagaimana yang diberitakan ABC News.

Logompn

Published

on

As angkat kaki dari who, masih punya utang rp4,3 triliun
AS Angkat Kaki dari WHO, Masih Punya Utang Rp4,3 Triliun | Gambar: AP

MPN Indonesia 23 Januari 2026 - Amerika Serikat (AS) secara resmi keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (23/1), sebagaimana yang diberitakan ABC News.

Penarikan diri ini merupakan implementasi dari perintah eksekutif yang ditandatangani Donald Trump pada akhir 2025.

Trump menyebut WHO sebagai lembaga yang memberikan beban keuangan tidak proporsional kepada Amerika Serikat serta gagal menunjukkan independensi dari pengaruh politik negara-negara anggotanya.

Trump menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari strategi untuk memangkas biaya dan mengalihkan fokus ke dalam negeri.

“Organisasi Kesehatan Dunia telah menipu kita, semua orang menipu Amerika Serikat. Itu tidak akan terjadi lagi,” kata Trump saat penandatanganan tahun lalu.

Punya Utang Rp4,3 Triliun

Meskipun telah resmi keluar, AS belum melunasi utang kepada WHO yang mencakup kontribusi untuk tahun fiskal 2024 dan 2025.

Menurut laporan Reuters, WHO menyebut jumlah utang tersebut mencapai USD260 juta atau sekitar Rp4,3 triliun.

Sementara itu, negara-negara anggota dijadwalkan membahas langkah selanjutnya terkait kepergian AS dalam pertemuan Dewan Eksekutif WHO pada Februari mendatang.

Kritik AS terhadap WHO

Donald Trump telah menyatakan ketidaksenangannya terhadap WHO sejak masa jabatan pertamanya.

Ia menilai bahwa kontribusi keuangan Amerika Serikat ke WHO terlalu besar dibandingkan negara lain.

“WHO terus menuntut pembayaran yang sangat memberatkan dari Amerika Serikat, jauh di luar proporsi pembayaran yang ditetapkan untuk negara-negara lain,” kata Trump, dikutip MPN Indonesia dari News Sky.

Ia juga menyoroti kontribusi China yang disebutnya jauh lebih kecil meskipun memiliki populasi lebih besar.

“China, dengan populasi 1,4 miliar jiwa, memiliki 300 persen populasi Amerika Serikat, namun memberikan kontribusi hampir 90 persen lebih sedikit kepada WHO,” tambahnya.

Baca Juga:  AS Berencana Cetak Uang Kertas 250 Dolar Gambar Donald Trump

Trump juga mengkritik WHO atas penanganan pandemi COVID-19 dan menuduh lembaga itu gagal menjalankan reformasi yang dibutuhkan.

WHO dinilai tidak mampu menunjukkan independensi dari pengaruh politik dan tidak memberikan respons yang memadai dalam menghadapi krisis kesehatan global.

WHO Sayangkan Keputusan AS

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyayangkan keputusan Amerika Serikat dan berharap negara tersebut mempertimbangkan untuk kembali bergabung.

“Saya berharap AS akan mempertimbangkan kembali dan bergabung kembali dengan WHO. Keluar dari WHO adalah kerugian bagi Amerika Serikat, dan itu juga kerugian bagi seluruh dunia,” katanya dalam konferensi pers awal bulan ini.

Kekhawatiran juga datang dari berbagai pihak mengenai dampak global dari penarikan ini.

Dr. Tom Frieden, Presiden dan CEO Resolve to Save Lives, menyatakan bahwa keputusan ini melemahkan kepemimpinan AS dalam kesehatan global.

“Penarikan diri dari WHO tidak hanya memangkas pendanaan penting bagi lembaga tersebut, tetapi juga menyerahkan peran kita sebagai pemimpin kesehatan global dan membungkam suara Amerika dalam keputusan-keputusan penting yang memengaruhi keamanan kesehatan global,” ujarnya.

(ADN/NID/RAD)

Trending