Connect with us

Internasional

Uni Emirat Arab Tolak Wilayahnya Dipakai AS untuk Serang Iran

UEA menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah, udara, dan perairannya digunakan AS untuk menyerang Iran.

Logompn

Published

on

Uni emirat arab tolak wilayahnya dipakai as untuk serang iran
Ilustrasi armada perang. Gambar: Ilustrasi Canva.

MPN Indonesia 29 Januari 2026 - Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah, ruang udara, maupun perairannya digunakan oleh Amerika Serikat (AS) dalam aksi militer terhadap Iran.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri UEA, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Washington dan Teheran.

Sikap ini juga mencakup larangan terhadap dukungan logistik untuk serangan terhadap Iran.

UEA menyampaikan bahwa mereka mengutamakan penyelesaian krisis melalui jalur diplomatik dan menolak terlibat dalam konflik internasional.

“Dialog, de-eskalasi, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan fondasi paling efektif untuk mengatasi krisis saat ini,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri UEA, dikutip oleh MPN Indonesia melalui laman Kemlu UAE pada Kamis (29/1).

Peningkatan Ketegangan dan Mobilisasi Militer AS

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak gelombang protes antipemerintah pecah di beberapa kota Iran bulan lalu akibat krisis ekonomi yang memburuk.

Pemerintahan AS menyatakan bahwa seluruh opsi, termasuk tindakan militer, tetap terbuka untuk menghadapi Teheran.

Fox News melaporkan bahwa kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM) di Samudra Hindia.

Selain itu, AS mengirimkan tambahan pesawat tempur dan pesawat angkut ke kawasan Timur Tengah.

Wall Street Journal melaporkan bahwa AS telah mengerahkan jet tempur F-15E dan sistem pertahanan udara, termasuk rudal Patriot dan THAAD, untuk memperkuat posisinya di kawasan.

Sikap Serupa dari Arab Saudi dan respons Iran

Arab Saudi mengambil sikap serupa dengan UEA.

Baca Juga:  Reza Pahlavi, Putra dari Shah Terakhir Iran Ingin jadi Pemimpin Berikutnya

Dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Putra Mahkota Mohammed bin Salman menyampaikan bahwa Riyadh tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorinya digunakan untuk serangan militer terhadap Iran.

Dikutip Reuters, Mohamed Bin Salman menekankan penyelesaian konflik regional harus dilakukan melalui pendekatan diplomatik.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyambut baik sikap tersebut.

Pezeshkian menyatakan bahwa Iran terbuka pada proses apa pun yang mencegah pecahnya perang dan sejalan dengan hukum internasional.

Konteks Politik dan Posisi UEA

Meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah terjadi di tengah kondisi dalam negeri Iran yang tidak stabil.

Ribuan orang dilaporkan tewas dalam unjuk rasa yang dipicu kondisi ekonomi.

Di tengah situasi ini, Uni Emirat Arab menegaskan posisinya untuk tidak terlibat dalam konflik militer dan mempertahankan netralitasnya sebagai kekuatan penstabil di kawasan.

Hubungan antara UEA dan Iran tetap berjalan meski kompleks, dengan kerja sama di bidang diplomatik dan perdagangan tetap berlangsung.

Namun, sikap UEA untuk tidak mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai pangkalan serangan terhadap Iran menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga stabilitas politik internasional.

(ADN/NID/RAD)

Trending