Connect with us

Berita

Cegah Virus Nipah, Wamenkes: Di Bandara Otomatis Melakukan Skrining

Wakil Menteri Kesehatan menyatakan proses skrining telah berjalan secara otomatis melalui alat pendeteksi suhu tubuh untuk cegah virus nipah.

Logompn

Published

on

Cegah Virus Nipah, RI Terapkan Skrining di Bandara bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri
Cegah Virus Nipah, Wamenkes: Di Bandara Otomatis Melakukan Skrining |

MPN Indonesia 31 Januari 2026 - Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, menyatakan bahwa proses skrining telah berjalan secara otomatis untuk mencegah penyebaran virus nipah.

Skrining itu dilakukan di setiap bandara di seluruh Indonesia dengan cara mendeteksi suhu para pelaku perjalanan, khususnya pelaku perjalanan luar negeri.

“Indonesia itu otomatis sudah melakukan skrining, jadi kita punya alat deteksi pasien suhu tinggi sudah bisa dideteksi. Tapi memang proses skrining seperti Covid belum kita lakukan,” kata Benjamin di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, DIY, Kamis (29/1).

Bandara Soetta Perketat Skrining

Pengawasan kesehatan turut diperketat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten bekerja sama dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK).

Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyampaikan bahwa seluruh penumpang dari negara-negara endemis, khususnya India, kini menjadi target skrining awal.

“Semua orang-orang yang datang, terutama dari negara endemis, tentu akan dilakukan screening,” kata Ati kepada wartawan, Rabu (28/1).

Kepala BBKK Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, juga menegaskan bahwa sistem pengawasan terhadap pelaku perjalanan dari luar negeri telah dilengkapi dengan sistem deklarasi kesehatan dan thermal scanner.

“Ada atau tidak ada virus, kita sudah punya sistem All Indonesia. Di dalam sistem itu, ada deklarasi kesehatan, jadi pelaku perjalanan sebelum tiba di Indonesia diminta untuk isi status kesehatan sebagai upaya mengetahui kondisi tubuhnya,” ujar Naning.

Hingga saat ini, belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia.

Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kesiapsiagaan seiring dengan munculnya kasus virus Nipah di India dan upaya lockdown yang telah dilakukan negara tersebut.

Baca Juga:  Prabowo Teken Perpes, Dokter di Daerah Tertinggal Dapat Tunjangan Rp30 Juta per Bulan

“Jadi di India pun sudah langsung melakukan lockdown, di India pun kencang, mereka nggak mau kasusnya terbang ke negara lain,” ujar Benjamin.

Virus Nipah Diidentifikasi pada 1998

Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 dan dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi.

“Memang angka kematiannya sangat tinggi, tetapi jumlah kasus di dunia ini belum sampai seribu kasus. Jadi, belum sampai Indonesia,” ucap Benjamin.

Dalam upaya pencegahan dari aspek zoonosis, BBKK juga telah berkoordinasi dengan otoritas karantina hewan untuk mengantisipasi penularan dari hewan seperti kelelawar, monyet, dan babi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending