Connect with us

Lifestyle

Niat Puasa Ganti Ramadan Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya!

Berikut niat puasa qadha Ramadan lengkap dengan arti, waktu niat, dan dasar hukumnya menurut Al-Qur’an dan hadis.

Logompn

Published

on

Niat Puasa Ganti Ramadan Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya!
Niat Puasa Ganti Ramadan Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya!. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 3 Februari 2026 - Umat Islam yang tidak menjalankan puasa di Bulan Ramadan karena uzur syar’i, seperti sakit atau bepergian jauh, diwajibkan menggantinya pada hari lain melalui puasa qadha.

Kewajiban ini berlaku bagi setiap Muslim yang telah baligh, berakal, dan memenuhi syarat ibadah sesuai ketentuan syariat Islam.

Pelaksanaan puasa ganti tersebut harus disertai niat puasa yang benar agar ibadah dinyatakan sah.

Kewajiban mengganti puasa Ramadan ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT memberikan keringanan bagi orang yang memiliki uzur untuk tidak berpuasa, namun tetap mewajibkan mereka menggantinya di luar Bulan Ramadan.

Ketentuan ini menjadi dasar hukum pelaksanaan puasa qadha yang harus ditunaikan sebelum datang Ramadan berikutnya.

Agar sah, puasa qadha Ramadan harus dilakukan dengan niat yang jelas, waktu pelaksanaan yang tepat, serta mengikuti tata cara puasa wajib.

Niat puasa qadha wajib dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar karena termasuk puasa wajib.

Hal ini berbeda dengan puasa sunnah yang masih membolehkan niat di siang hari.

Ketentuan Niat Puasa Qadha Ramadan

Niat merupakan syarat sah puasa, termasuk puasa qadha Ramadan.

Niat dapat dilakukan di dalam hati dan boleh dilafalkan dengan lisan untuk mempertegas maksud ibadah. Lafal niat puasa qadha Ramadan sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya:

“Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.”

Waktu niat puasa qadha dilakukan sebelum terbit fajar atau waktu imsak.

Baca Juga:  Masjid Jogokariyan Yogyakarta Bagi-bagi 3.800 Porsi Takjil Gratis Setiap Hari selama Ramadan

Ketentuan ini berlaku karena puasa qadha termasuk puasa wajib yang mensyaratkan niat sejak malam hari.

Dasar Hukum Puasa Qadha dalam Al-Qur’an dan Hadis

Kewajiban mengganti puasa Ramadan memiliki dasar hukum dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 184:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۝١٨٤

Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Selain itu, hadis Nabi Muhammad SAW juga menegaskan kewajiban qadha puasa. Dari Aisyah RA, ia berkata:

“Aku pernah memiliki hutang puasa Ramadhan, maka aku tidak mengqadhanya kecuali pada bulan Sya’ban.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa qadha tetap menjadi kewajiban yang harus ditunaikan setelah uzur berakhir.

Waktu Niat dan Pelaksanaan Puasa Qadha

Dalam mazhab Syafi’i yang menjadi pedoman mayoritas Muslim di Indonesia, niat puasa qadha wajib dilakukan pada malam hari sebelum fajar.

Ketentuan ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW:

“Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.”

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai)

Oleh karena itu, seseorang yang akan mengganti puasa Ramadan wajib memastikan niat telah dilakukan sebelum waktu Subuh agar puasa qadha dinilai sah.

Baca Juga:  Malas Olahraga saat Ramadan? Ini Risiko yang Harus Kamu Ketahui!

Tata Cara Mengganti Puasa Ramadan

Pelaksanaan puasa qadha Ramadan dilakukan di hari selain bulan Ramadan dan tidak bertepatan dengan hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Idulfitri dan Iduladha.

Setelah menentukan hari, niat dilakukan pada malam hari, kemudian dilanjutkan dengan sahur sebagai sunnah.

Selama berpuasa, wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa serta menjaga sikap dan perilaku.

Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadan

Mengganti puasa Ramadan dianjurkan dilakukan sebelum masuk ramadan berikutnya.

Jika seseorang menunda tanpa uzur hingga datang ramadan selanjutnya, ia tetap wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan.

Menurut sebagian besar ulama, penundaan tanpa alasan syar’i tersebut juga mewajibkan pembayaran fidyah sebagai konsekuensi tambahan.

Dengan memahami ketentuan niat puasa, dasar hukum, waktu pelaksanaan, serta tata cara puasa qadha, umat Islam dapat menjalankan kewajiban mengganti puasa Ramadan sesuai ketentuan syariat yang berlaku.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending