Connect with us

Berita

Kapolri Kenang Nasihat Istri Jenderal Hoegeng: Beliau Titip Institusi Polri

Kapolri mengusulkan Bintang Bhayangkara Pratama untuk Eyang Meri Hoegeng atas jasa dan keteladanannya bagi Polri.

Logompn

Published

on

Listyo sigit prabowo, kapolri, polri, polisi, jenderal hoegeng, meriyati hoegeng
Kapolri Kenang Nasihat Istri Jenderal Hoegeng: Beliau Titip Institusi Polri. Gambar: Instagram/@listyosigitprabowo

MPN Indonesia 5 Februari 2026 - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenang pesan dan nasihat dari Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mendiang Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang disampaikan dalam berbagai kesempatan kepada keluarga besar Polri.

Hal ini diungkapkan Sigit saat menghadiri prosesi pemakaman Eyang Meri di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, (4/2).

Sigit menyebut pesan terakhir dari Eyang Meri sebagai amanah yang harus dijaga oleh seluruh anggota Polri.

Dalam pesannya, Eyang Meri menitipkan institusi agar dijaga integritas dan tanggung jawabnya.

“Karena setiap beliau menyampaikan, Eyang Meri saat terakhir dan pesannya: tolong jaga, titip institusi Polri, tolong jaga dan titip Polri,” ucap Sigit dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Tribrata News pada Kamis (5/2).

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian Eyang Meri, Sigit juga mengajukan penghargaan Bintang Bhayangkara Pratama kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Atas jasa beliau, Polri mengajukan kepada Bapak Presiden untuk mendapatkan Bintang Bhayangkara Pratama,” ujar Sigit.

Pesan dan Penghargaan untuk Eyang Meri

Dalam beberapa pertemuan, Meriyati Hoegeng dikenal sering memberikan pesan moral dan motivasi kepada anggota Polri.

Pesan-pesan tersebut, menurut Jenderal Sigit, menjadi inspirasi dalam menjaga integritas serta menjalankan tugas pokok institusi.

“Beliau selalu berpesan di setiap acara kami, jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi dan mengayomi,” kata Sigit usai pemakaman.

Sigit juga mengungkapkan bahwa saat melayat ke rumah duka, keluarga Eyang Meri memutar rekaman suara almarhumah yang berisi pesan keteladanan untuk anggota Polri.

“Bahkan tadi malam kami dengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama, bagaimana beliau selalu sampaikan pesan, jadilah contoh teladan dan mulailah dari dirimu sendiri. Saya kira hal-hal tersebut menjadi spirit bagi kami keluarga besar Polri,” ujar Sigit.

Baca Juga:  Riwayat Jabatan Suyudi Ario Seto sebelum Menjadi Kapolri

Penghargaan yang diajukan kepada presiden dinilai layak diberikan atas jasa Eyang Meri yang terus memberikan dorongan semangat kepada Polri dalam situasi yang menantang.

“Penghargaan ini adalah bentuk penghormatan dari jajaran Polri sebagai adik-adik dan selaiknya anak-anak almarhumah,” jelas Sigit.

Menurut Sigit, kehadiran sosok Eyang Meri sangat dihormati oleh keluarga besar Polri karena nasihatnya yang membekas.

“Saya kira itu menjadi bentuk penghormatan dari kami keluarga besar Polri, dari negara untuk beliau,” ujar Sigit.

Kapolri juga menyampaikan rasa terima kasih atas warisan semangat dari almarhum Jenderal Hoegeng dan istrinya, yang dinilainya menjadi bagian penting dari sejarah dan moral institusi Polri.

“Sebagaimana tugas pokok kami dan doktrin kami untuk menjaga tata tentrem kerta rahardja. Saya kira banyak hal kami kenang dari Eyang Hoegeng. Selamat jalan Eyang Meri, kami terima kasih atas apa yang telah beliau berikan kepada kami. Warisan daripada pendahulu, utamanya almarhum Hoegeng Iman Santoso, yang tentunya akan terus menjadi api yang menggelora di seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga wasiat dan warisan tersebut,” tutup Sigit.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending