Connect with us

Berita

Induk dan Anak Badak Jawa Terekam di TN Ujung Kulon

Seekor induk Badak Jawa bersama anaknya terekam oleh kamera jebak di Blok Cigenter, Taman Nasional Ujung Kulon, pada 29 Januari lalu.

Logompn

Published

on

Induk dan Anak Badak Jawa Terekam di TN Ujung Kulon
Induk dan Anak Badak Jawa Terekam di TN Ujung Kulon | Gambar: Dok. Kementerian Kehutanan

Banten, MPN Indonesia 9 Februari 2026 - Seekor induk Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) bersama anaknya terekam oleh kamera jebak (camera trap) di Blok Cigenter, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, pada 29 Januari lalu pukul 22.17 WIB.

Momen tersebut merupakan hasil pemantauan Tim Monitoring dan Evakuasi Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa.

“Temuan ini menjadi rekaman anakan Badak Jawa pertama pada tahun 2026, sekaligus memperkuat optimisme terhadap keberlangsungan populasi Badak Jawa di habitat alaminya,” demikian pernyataan Kementerian Kehutanan di laman resminya.

Keberhasilan Perlindungan Habitat Badak Jawa

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, menyatakan bahwa kejadian ini menjadi indikator keberhasilan pengelolaan kawasan dan perlindungan habitat Badak Jawa.

“Keberadaan induk dan anakan badak jawa yang terekam melalui camera trap menunjukkan bahwa habitat di Taman Nasional Ujung Kulon masih terjaga dengan baik,” kata dia, Rabu (4/2).

“Selain itu, pengamanan kawasan yang kuat dan konsisten, serta dukungan kerja sama dari berbagai pihak, menjadi faktor kunci yang memungkinkan Badak Jawa berkembang biak secara alami,” tambahnya.

Berdasarkan analisis awal tim monitoring, induk badak yang terekam diduga bernama “Arum”, individu yang sebelumnya telah teridentifikasi dalam sistem pemantauan.

Sementara itu, anak badak tersebut merupakan individu baru dengan perkiraan usia kurang dari lima bulan.

Akan Pantau Induk dan Anak Badak Jawa

Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Ujung Kulon mengatakan akan melanjutkan pemantauan intensif terhadap induk dan anak badak tersebut, serta seluruh populasi Badak Jawa di kawasan.

Baca Juga:  Angka Stunting di Tangsel Naik jadi 10,5 Persen

Pemantauan dilakukan dengan pendekatan teknologi, patroli yang diperkuat, pengelolaan habitat secara berkelanjutan, dan kolaborasi bersama mitra konservasi, LSM, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta masyarakat.

“Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian Badak Jawa sebagai salah satu satwa paling langka di dunia dan kebanggaan Indonesia,” pungkas Satyawan.

Badak Jawa, Hewan yang Harus Dilindungi

Populasi Badak Jawa saat ini diperkirakan berada pada kisaran 87–100 individu dan hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon.

Upaya konservasi yang dilakukan mencakup pemindahan individu badak dari semenanjung Ujung Kulon ke kawasan khusus Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA).

Sejak 2019, enam individu badak telah terpantau di JRSCA, yang dilindungi dengan pagar sejak 2010 dan diperkuat kembali pada 2022 untuk menjamin keamanan serta meningkatkan peluang perkawinan alami.

(AKM/NID/RAD)

Trending