Connect with us

Viral

Viral! Patung Pesut jadi Ikon Baru Desa di Kaltim, Biaya Produksi hanya Rp350.000

Sebuah patung pesut Mahakam setinggi hampir dua meter menjadi perhatian publik usai viral di media sosial.

Logompn

Published

on

Viral! Patung Pesut jadi Ikon Baru Desa di Kaltim, Biaya Produksi hanya Rp350.000
Viral! Patung Pesut jadi Ikon Baru Desa di Kaltim, Biaya Produksi hanya Rp350.000 | Gambar: Instagram/@info_keroan_muaramuntai

Kalimantan Timur, MPN Indonesia 11 Februari 2026 - Sebuah patung pesut Mahakam setinggi hampir dua meter menjadi perhatian publik usai viral di media sosial.

Patung tersebut berdiri di Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Menariknya, patung pesut Mahakam itu dibangun hanya dengan biaya sekitar Rp350.000.

Tak Pakai Anggaran Desa

Kepala Desa Muara Muntai Ulu, Husain Ahmad, menyampaikan bahwa pembuatan patung tidak melibatkan anggaran desa atau dana pemerintah.

Seluruh proses dilakukan swadaya dengan memanfaatkan sisa material pembangunan masjid.

“Rp350.000 itu sebenarnya untuk pompa air saja, supaya air bisa keluar dari mulut pesut,” ujar Husain kepada wartawan, Senin (9/2).

Patung ini kini menjadi simbol baru desa, menggambarkan habitat asli pesut di Sungai Mahakam yang melintasi wilayah tersebut.

Dibuat oleh Pendatang yang Berprofesi sebagai Kuli Bangunan

Patung pesut Mahakam ini dibuat oleh Joko Saptono (56), seorang warga pendatang asal Trenggalek, Jawa Timur, yang sudah hampir 10 tahun tinggal di Muara Muntai.

Ia sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan dan memiliki latar belakang sebagai seniman pelukis.

“Saya diterima dengan baik di sini. Sehari-hari saya bekerja sebagai kuli bangunan dan sudah hampir 10 tahun tinggal di Muara Muntai,” ujar Joko, dikutip MPN Indonesia dari iNews.

Pembuatan patung itu berawal dari ide Joko saat sedang beristirahat dari sela-sela pekerjaannya di proyek masjid.

Ide tersebut pun disampaikan langsung kepada kepala desa dan mendapatkan persetujuan.

“Biasanya saya mengerjakannya saat hujan atau waktu istirahat,” tambah Joko Saptono.

Manfaatkan Barang Bekas

Pembuatan patung pesut ini menggunakan bahan-bahan bekas seperti potongan smartphone bekas, besi, semen, pasir, dan styrofoam bekas.

Baca Juga:  Diduga di Bawah Pengaruh Sabu, Mobil Double Cabin Tabrak 24 Motor dan 3 Rumah

Styrofoam digunakan sebagai rangka dasar, kemudian dilapisi dengan semen untuk membentuk struktur akhir.

(AKM/NID/RAD)

Trending