Connect with us

Viral

Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Ruang Rapat, Diduga Kesal Fotonya Dijadikan Stiker untuk Bahan Olokan

Pegawai Diskominfo Kutai Kartanegara diamankan polisi setelah ruang rapat kantor terbakar. Polisi menduga aksi tersebut dipicu rasa kesal akibat perundungan.

Logompn

Published

on

Kesal Fotonya Dijadikan Striker untuk Bahan Olokan, Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Ruang Rapat
Ruang rapat yang dibakar oleh pegawai Diskominfo Kukar. Gambar: Instagram/@damkarmatan_kukar

MPN Indonesia 12 Agustus 2026 - Seorang pegawai Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berinisial MA diamankan polisi setelah diduga melakukan kebakaran di ruang rapat kantornya pada Selasa (11/8).

Dugaan aksi itu disebut dipicu rasa kesal karena fotonya beberapa kali dijadikan bahan olokan dan stiker oleh rekan kerja.

“Betul, sejauh ini kita sudah melakukan penyelidikan, terus itu sudah mengamankan orang. Dia juga termasuk orang yang bekerja di Diskominfo,” kata Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, Rabu (12/8).

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki motif, kronologi, serta mengumpulkan keterangan saksi.

Dugaan Motif Awal

MA diketahui bekerja sebagai operator call center di Diskominfo Kukar.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga persoalan di lingkungan kerja menjadi pemicu dugaan pembakaran tersebut.

Menurut AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, MA mengaku sering menjadi bahan olokan oleh rekan kerjanya.

Foto dirinya disebut beberapa kali dibagikan ke grup percakapan hingga dijadikan stiker.

“Motifnya, dia pernah merasa kesal dengan lingkungan Diskominfo, karyawan lain, karena dirinya sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker. Di-bully,” jelas Elnath.

Polisi menyatakan pemeriksaan terhadap MA masih berlangsung.

Penyidik juga masih mendalami latar belakang dugaan aksi tersebut untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.

Sebelum kejadian, MA diduga telah membeli bahan bakar jenis Pertalite sekitar 30 hingga 40 liter. Bensin itu kemudian dibawa ke ruang rapat.

“Jadi beli bensin berupa Pertalite sekitar 30-40 liter, terus dibawa ke ruangan,” ungkap Elnath.

Waktu persiapan aksi masih didalami penyidik. Dalam pemeriksaan awal disebut persiapan dilakukan pada Selasa (11/8) sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WITA.

Baca Juga:  Belum Sebulan Menjabat, Bupati Way Kanan Lampung Ali Rahman Meninggal

Sementara itu, keterangan lain menyebut pelaku diperkirakan mulai bersiap sekitar pukul 07.20 WITA.

Penanganan Kebakaran dan Dampak di Ruang Rapat

Api yang muncul di ruang rapat berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke seluruh gedung.

Pemadaman dilakukan oleh pihak Diskominfo bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara serta sejumlah karyawan.

Kepala Disdamkar Kukar Fida Hurisani memastikan api hanya membakar satu ruangan.

“Ya, satu ruangan, ruangan rapat,” ujarnya.

Meski berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 15 menit, sejumlah fasilitas di dalam ruangan mengalami kerusakan.

Barang yang terdampak antara lain alat-alat elektronik, meja, kursi, dan perlengkapan lainnya di dalam ruang rapat

“Walaupun pasti kerusakan ada, seperti alat-alat elektronik, meja, kursi, dan segala macam itu kena,” kata Fida.

Setelah api padam, petugas masih menangani kepulan asap yang memenuhi ruangan.

Proses tersebut berlangsung lebih lama karena ruang rapat menggunakan pendingin udara dan memiliki jumlah jendela yang terbatas.

“Iya, ruangan ber-AC. Makanya yang agak lama itu menghabiskan asapnya, mengeluarkan asapnya,” kata Fida.

Petugas kemudian menggunakan blower untuk membantu mengeluarkan asap dari dalam ruangan.

Polisi Amankan Barang Bukti dan Periksa Saksi

Polisi telah mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian. Salah satunya adalah galon yang digunakan untuk membawa bahan bakar.

Selain memeriksa MA, penyidik juga meminta keterangan dari saksi-saksi di lingkungan Diskominfo guna memastikan kronologi dugaan pembakaran.

Polisi turut menanggapi informasi mengenai dugaan pemukulan terhadap MA saat diamankan.

Namun, hingga kini belum ada informasi yang memastikan adanya tindakan tersebut.

“Kalau pemukulan, ini belum kita dengar. Kita fokus dari pembakarannya saja. Kalau misalnya ada, mungkin karena emosi orang dari situ,” ujar Elnath.

Baca Juga:  Viral! Polisi di Bogor Cekcok saat Kawal Anak Sakit karena Dihadang Pengendara Lain

Menurut polisi, MA tidak melakukan perlawanan saat diamankan.

Penyidik tetap membuka kemungkinan melakukan pendalaman apabila ditemukan informasi baru terkait proses pengamanan maupun kejadian sebelum dan sesudah dugaan kebakaran tersebut.

Hingga Rabu (12/8), perkara itu masih berada pada tahap penyelidikan. Polisi belum menyampaikan besaran kerugian maupun status hukum pegawai Diskominfo tersebut karena pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti masih berlangsung.

“Untuk saat ini kita masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap yang bersangkutan maupun saksi-saksi. Kita fokus mengungkap rangkaian kejadian dan motifnya,” pungkas Elnath.

(AKM/NID/RAD)

Trending