Connect with us

Ekonomi

Sejumlah Harga Bahan Pokok Melonjak, Minyak Goreng dan Telur di Atas HET

Menjelang Ramadan 2026, harga Minyakita dan telur ayam belum turun ke HET. Pemerintah sebut faktor distribusi dan cuaca.

Logompn

Published

on

Sejumlah Harga Bahan Pokok Melonjak, Minyak Goreng dan Telur di Atas HET
Sejumlah Harga Bahan Pokok Melonjak, Minyak Goreng dan Telur di Atas HET. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 19 Februari 2026 - Menjelang bulan Ramadan 2026, harga sejumlah bahan pokok tercatat masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyampaikan, hingga pertengahan Februari, komoditas seperti minyak goreng Minyakita dan telur ayam ras belum menunjukkan penurunan signifikan ke level acuan.

Pernyataan ini disampaikan Budi saat jumpa pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Rabu (18/2).

Harga minyak goreng Minyakita secara nasional tercatat sebesar Rp16.020 per liter, sementara HET ditetapkan pada angka Rp15.700 per liter.

“Memang yang di atas HET, misalnya Minyakita, hari ini harganya Rp16.020 rupiah. HET-nya kan Rp15.700 rupiah,” ujar Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat pada Rabu (18/2).

Kenaikan ini juga tercermin di beberapa daerah, seperti di Kabupaten Tangerang, Banten, di mana harga Minyakita menembus Rp17.500 per liter, menurut pedagang sembako di Pasar Tradisional Mauk, pada Jumat, (13/2).

Selain minyak goreng, harga telur ayam ras juga berada di atas harga acuan.

Secara nasional, harga rata-rata telur tercatat sebesar Rp30.750 per kilogram, sedangkan acuan pemerintah adalah Rp30.000 per kilogram.

“Pasti ada juga yang di atas Rp30.000, tapi ada juga yang di bawah Rp30.000,” ujar Budi.

Ia merujuk pada pantauan harga di Pasar Sukoharjo dan Palembang, masing-masing mencatat harga Rp28.000 dan Rp29.000 per kilogram.

Komoditas Bahan Pokok Menjelang Ramadan

Kementerian Perdagangan mencatat bahwa selain Minyakita dan telur ayam ras, cabai rawit merah juga mengalami lonjakan harga menjelang Ramadan 2026.

Harga rata-rata nasional cabai rawit merah mencapai Rp73.609 per kilogram, melampaui kisaran harga acuan pembelian sebesar Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.

Baca Juga:  MUI Setuju soal Larangan Sweeping Rumah Makan saat Ramadan

Budi menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh faktor cuaca yang cenderung hujan, yang menyebabkan gangguan distribusi, bukan karena kekurangan pasokan.

“Supaya tidak ada harga-harga yang naik. Kalaupun itu naik, kita cari masalahnya apa,” ujarnya.

Mengenai kebijakan pemerintah, Budi menyebut bahwa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 yang mengatur kewajiban produsen menyalurkan minimal 35 persen produksi minyak goreng untuk kebutuhan dalam negeri melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) sudah mulai berpengaruh.

Penyaluran DMO saat ini telah mencapai 30 persen.

“Kalau dari sisi itunya (ketersediaan) sudah hampir mendekati 30 (persen), kan minimal 35 (persen),” kata Budi.

Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang justru berada di bawah HET.

Harga rata-rata nasional daging sapi murni tercatat sebesar Rp133.618 per kilogram, masih di bawah acuan Rp140.000 per kilogram.

Begitu pula dengan harga bawang putih yang terpantau stabil, yakni Rp36.875 per kilogram, di bawah harga acuan sebesar Rp38.000 per kilogram.

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa kenaikan harga Minyakita di daerahnya disebabkan keterlambatan distribusi dari Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Minyak goreng ini ada kenaikan Rp1.000 karena distribusinya telat datang ke sini dari Bulog,” ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menyatakan akan terus memantau pergerakan harga bahan pokok untuk memastikan stabilitas harga menjelang dan selama Ramadan 2026.

Koordinasi dengan asosiasi serta kementerian dan lembaga lainnya terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending