Connect with us

Berita

Kampung Baduy Dalam Tutup Akses untuk Wisatawan selama 3 Bulan, Ada Apa?

Perkampungan Baduy Dalam ditutup total mulai 20 Januari 2026 selama ritual adat Kawalu.

Logompn

Published

on

Kampung baduy dalam tutup akses untuk wisatawan selama 3 bulan, ada apa
Potret Baduy. Gambar: Dok. Kemenparekraf.

Banten, MPN Indonesia 15 Januari 2026 - Perkampungan Suku Baduy Dalam di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, ditutup total bagi wisatawan dan masyarakat umum selama tiga bulan mulai Selasa (20/1).

Penutupan dilakukan karena pelaksanaan ritual adat Kawalu yang bersifat sakral dan tertutup untuk orang luar.

Penutupan ini mencakup tiga kampung utama, yakni Cibeo, Cikeusik, dan Cikawartana.

Ritual Kawalu dimulai pada 1 Kawalu Tembeuy menurut penanggalan adat Baduy dan akan berlangsung hingga Maret 2026.

Selama periode ini, seluruh aktivitas wisata di wilayah Baduy Dalam dihentikan untuk menjaga kekhusyukan ibadah adat tahunan tersebut.

“Kami minta pengunjung, wisatawan, agar mematuhi larangan memasuki perkampungan Baduy Dalam, terdiri atas Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikawartana,” ucap Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, dalam keterangannya pada Rabu (14/1).

Larangan masuk berlaku mutlak bagi wisatawan dan masyarakat luar tanpa kepentingan khusus.

Akan tetapi, terdapat pengecualian terbatas dengan persyaratan ketat, misalnya untuk kunjungan pejabat.

“Jika ada keperluan khusus, seperti kunjungan pejabat, masih diperbolehkan, tetapi jumlahnya sangat terbatas,” jelas Jaro Oom.

Penjelasan Ritual Kawalu dan Ketentuan selama Penutupan

Ritual Kawalu merupakan ibadah adat tahunan yang wajib dilaksanakan oleh masyarakat Baduy Dalam sebagai bentuk penyucian diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan secara bertahap dari akhir Januari hingga Maret.

Dalam masa tersebut, warga menjalani puasa dari malam hingga sore hari dan membatasi interaksi dengan dunia luar.

Kegiatan ritual meliputi serangkaian tahapan adat, yaitu upacara Ngalanjakan, upacara Kawalu, upacara Ngalaksa, dan ditutup dengan Seba Baduy.

Baca Juga:  Disperindag Tangsel Buka Suara usai Warga Diduga Beli Beras Oplosan di Supermarket

Tradisi ini digelar setelah panen padi dan seluruh hasil panen disimpan di leuit.

Kawalu menjadi waktu penting untuk memanjatkan rasa syukur atas hasil panen dan menyucikan diri dari hawa nafsu jahat.

Selama penutupan, jumlah kunjungan dengan alasan khusus dibatasi maksimal 10 orang per rombongan dan harus memperoleh izin langsung dari tetua adat.

Baduy Luar Tetap Dibuka untuk Wisata

Meski wilayah Baduy Dalam ditutup, wisatawan masih bisa mengunjungi kawasan Baduy Luar.

Pemerintah Desa Kanekes memastikan bahwa beberapa kampung Baduy Luar tetap terbuka untuk kegiatan wisata budaya dan studi lapangan.

Kampung-kampung tersebut, yaitu Kaduketug 1, Kaduketug 2, Kaduketug 3, Cipondok, Lebak Jeruk, Balimbing, Marengo, Cikua, Gajeboh, Kadujangkung, Kadugede, Karahkal, Cempaka, Cijanar, Ciranji, dan Lebak Huni.

Pemerintah desa dan tetua adat mengimbau wisatawan serta masyarakat untuk tetap menghormati aturan adat yang berlaku, menjaga ketertiban, dan tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang sedang menjalankan ritual Kawalu.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending