Connect with us

Berita

Air Tanah Tercemar, Warga di Sekitar TPA Cipeucang Terpaksa Beli Air Galon Setiap Hari

Warga Serpong, Tangsel, kesulitan air bersih akibat dugaan pencemaran dari TPA Cipeucang. Pemkot Tangsel menyiapkan IPAL untuk mengatasi masalah ini.

Logompn

Published

on

Air tanah tercemar, warga di sekitar tpa cipeucang terpaksa beli air galon setiap hari
Ilustrasi Tempat Pembuangan Sampah. Gambar: Ilustrasi Canva

Banten, MPN Indonesia 31 Oktober 2025 - Sejumlah warga RT/RW 06/04, Kelurahan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dugaan pencemaran lingkungan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Kualitas air tanah di wilayah tersebut diduga tercemar limbah dari tumpukan sampah sehingga tidak layak dikonsumsi.

Salah satu warga, Agus, mengatakan seluruh kebutuhan air untuk minum, memasak, dan keperluan rumah tangga kini harus menggunakan air galon yang dibeli setiap hari.

“Semua aktivitas pakai air galon beli. Jadi nambah pengeluaran, soalnya sehari itu bisa empat galon buat minum, masak, dan lain-lain,” ujar Agus dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari Antara, Jumat (31/10).

Selain membeli air galon, warga juga harus mencari sumber air bersih lain yang letaknya cukup jauh untuk kebutuhan mencuci dan mandi.

Kondisi ini telah berlangsung selama sekitar satu tahun dan sudah dilaporkan kepada pemerintah daerah.

Dampak Langsung dan Upaya Penanganan Pemerintah

Warga lainnya, Uum (60), menyampaikan bahwa air tanah di lingkungan mereka sudah tidak bisa digunakan sejak satu tahun lalu.

Dalam kondisi darurat, warga menerima bantuan air bersih yang dikirim menggunakan toren ke permukiman mereka.

“Udah nggak bisa dipakai sekarang. Ada setahun yang lalu, tadinya saya beli air galon terus. Karena repot dan air nggak cukup, akhirnya dikirim toren,” jelas Uum.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah penanganan dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sekitar TPA Cipeucang.

IPAL tersebut dirancang untuk mengolah air lindi agar pencemaran tidak meluas ke wilayah permukiman.

Baca Juga:  11 WNI yang Dievakuasi dari Iran Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

“Sekarang itu kita akan menyiapkan instalasi IPAL. Mudah-mudahan dengan IPAL, pembuangan air lindi dan lainnya bisa terkontrol,” ungkap Pilar.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemkot Tangsel juga telah menyalurkan bantuan air bersih tambahan bagi warga terdampak.

“Kalau kurang, nanti kita tambahkan lagi jumlahnya supaya kebutuhan air bersih warga bisa terpenuhi,” pungkas Pilar.

(AKM/NID/RAD)

Trending