Connect with us

Berita

Banjir Bandang Terjang Bandung Barat, Ini Wilayah yang Terdampak!

Banjir bandang akibat luapan Sungai Cibitung melanda Desa Mukapayung, Bandung Barat, dan berdampak pada empat RW serta sejumlah fasilitas umum dan lahan pertanian.

Logompn

Published

on

Banjir bandang terjang bandung barat, ini wilayah yang terdampak!
Banjir Bandang Terjang Bandung Barat, Ini Wilayah yang Terdampak! Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@radarbandung.id

Jawa Barat, MPN Indonesia 5 Desember 2025 - Banjir bandang melanda Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Kamis (4/12) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 13.00 WIB.

Banjir berasal dari luapan Sungai Cibitung yang mengalir dengan arus berwarna coklat, disertai munculnya beberapa titik longsor di wilayah Bandung Barat.

Berdasarkan data di lapangan, terdapat empat RW terdampak, yaitu RW 12, RW 15, RW 16, dan RW 18.

Kepala Desa Mukapayung, Firman Supianto Hadi, membenarkan kejadian tersebut.

“Betul, banjir bandang terjadi dari Sungai Cibitung. Sampai saat ini yang terdampak ada 4 RW, RW 12, 15, 18, dan RW 16,” ujar Firman saat dikonfirmasi, dikutip MPN Indonesia dari kompas.com, Jumat (5/12)

Hingga pukul 16.30 WIB, hujan masih turun deras dan banjir belum surut.

Dampak Banjir Bandang dan Longsor

Banjir bandang berdampak pada sejumlah fasilitas umum dan lahan pertanian.

Lokasi yang terdampak meliputi obyek wisata Lembah Curugan Gunung Putri, tempat kuliner di kawasan wisata, kolam budidaya ikan milik Bumdes Mukapayung, serta sekitar 5 hektare lahan sawah di sisi Sungai Cibitung yang merupakan aset Indonesia Power namun masih digarap warga.

“Yang terdampak ada obyek wisata, tempat kuliner, aset Bumdes seperti kolam ikan, dan lahan pertanian warga. Belum sampai ke permukiman karena memang agak jauh,” jelas Firman.

Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Asep Sehabudin, menegaskan bahwa banjir bandang disebabkan luapan Sungai Cibitung akibat hujan berintensitas tinggi.

“Betul, ada luapan air ke objek wisata Lembah Curugan. Posisinya berada persis di tepi sungai, dan intensitas hujan tinggi membuat air cepat meluber hingga merendam area wisata,” ungkap Asep dalam keterangannya, Kamis (4/12).

Baca Juga:  BMKG: Gempa M 6,2 di Pulau Doi Maluku Utara Tak Berpotensi Tsunami

Ia menambahkan bahwa lahan sawah yang terdampak sebenarnya sudah menjadi aset Indonesia Power, tetapi masih digunakan warga.

BPBD memastikan permukiman warga tidak terdampak karena jaraknya cukup jauh, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan.

Longsor di Dua Kecamatan

Selain banjir bandang, longsor terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Cililin dan Kecamatan Sindangkerta.

Di Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, badan jalan tertimbun material longsor sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara sepeda motor hanya bisa melewati bahu jalan.

Di Kampung Cigagak, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, longsor menutup seluruh badan jalan.

Situasi ini juga mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, yang menekankan pentingnya langkah mitigasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Kami berharap pemerintah provinsi memberikan pemberitahuan sejak dini, memberikan edukasi terkait kondisi alam ini agar masyarakat lebih siap dan berhati-hati,” tegas MQ Iswara.

BPBD Bandung Barat menyampaikan bahwa asesmen dan pendataan dampak masih berlangsung. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa.

“Untuk korban jiwa tidak ada, kami sudah sampaikan imbauan kepada warga agar mewaspadai jika turun hujan lebat,” pungkas Firman.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending