Connect with us

Berita

Basarnas: Keluarga Juliana Marins Ikhlas Terima Proses Evakuasi di Gunung Rinjani

Basarnas pastikan keluarga Juliana Marins, pendaki asal Brasil, menerima ikhlas seluruh proses evakuasi jenazah dari Gunung Rinjani.

Logompn

Published

on

Basarnas keluarga juliana marins ikhlas terima proses evakuasi di gunung rinjani
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Gambar : Tangkapan Layar Instagram/@sar_nasional

Nusa Tenggara Barat, MPN Indonesia 28 Juni 2025 - Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa keluarga Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang meninggal dunia di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, telah menerima dengan ikhlas seluruh proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan.

Pernyataan ini disampaikan Syafii pada Rabu (25/6) malam usai pertemuan yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar Brasil.

Dalam pertemuan itu, Basarnas menjelaskan seluruh tahapan evakuasi sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah terhadap korban warga negara asing.

“Kita sampaikan mulai dari kegiatan yang kita laksanakan, kemudian kita presentasikan tahapan-tahapan kegiatan yang kita laksanakan sebagai tanggung jawab moral dari pemerintah terhadap korban warga negara asing tersebut,” ujar Syafii kepada wartawan, Rabu (25/6).

Ia menambahkan bahwa pihak keluarga memberikan respons positif atas penjelasan yang disampaikan.

“Dari kesempatan itu kita berikan kesempatan barang kali mungkin ada tanggapan, mungkin ada pertanyaan dan ternyata alhamdulillah dari pihak keluarga bisa sangat menerima dari situasi dan kondisi yang dihadapi,” lanjutnya.

Syafii juga menekankan bahwa kondisi di lapangan sering kali berbeda dengan yang dibayangkan oleh masyarakat umum.

“Karena memang mungkin tidak selamanya sama dari apa yang diperkirakan oleh mungkin masyarakat yang mungkin tidak tahu persis situasi yang ada di sini,” katanya.

Kronologi Pendakian dan Kecelakaan Juliana Marins

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (21/6) sekitar pukul 06.30 WITA, saat Juliana Marins melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Timur. Ia dilaporkan jatuh saat berada di jalur pendakian.

Basarnas segera mengerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian.

Dua hari setelah laporan diterima, tepatnya pada Senin (23/6), korban ditemukan sejauh 500 meter dari titik jatuh, di medan berbatu dan berpasir yang curam.

Baca Juga:  Kisah Driver Ojol di Batam, Solihun yang Meninggal karena Kelelahan usai Kejar Orderan hingga Larut Malam

Evakuasi berlanjut pada Selasa (24/6), namun kondisi cuaca memaksa tim menghentikan sementara upaya tersebut.

Juliana ditemukan berada di kedalaman 600 meter, dan medan di sekitarnya sangat menyulitkan proses penanganan.

Jenazah Berhasil Dievakuasi dan Dibawa ke RS

Tim SAR akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah Juliana pada Rabu (25/6). Jenazah ditandu menuju pos evakuasi sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTB untuk penanganan lebih lanjut.

Selama proses evakuasi, koordinasi terus dijaga antara Basarnas, tim SAR gabungan, dan Kedutaan Besar Brasil.

Syafii memastikan seluruh tahapan evakuasi disampaikan secara transparan dan terbuka kepada keluarga.

(AKM/NID/RAD)

Trending