Connect with us

Berita

Gus Ipul Pastikan Orang Tua Murid Sekolah Rakyat Bisa Jenguk Anaknya

Mensos Gus Ipul tegaskan orangtua bebas menjenguk anak di Sekolah Rakyat kapan saja, selama tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Logompn

Published

on

Gus ipul pastikan orang tua murid sekolah rakyat bisa jenguk anaknya
Gus Ipul Pastikan Orang Tua Murid Sekolah Rakyat Bisa Jenguk Anaknya. Gambar : Dok. Kemensos

MPN Indonesia 29 Juni 2025 - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memastikan bahwa orangtua siswa Sekolah Rakyat diberikan kebebasan untuk menjenguk anak-anak mereka di asrama kapan saja, asalkan tidak mengganggu proses belajar mengajar.

“Ini adalah arahan langsung Presiden. Orangtua boleh menengok anaknya kapan pun ketika sedang rindu, asalkan tidak pada waktu belajar,” ujar Gus Ipul dalam dialog terbuka bersama ratusan orangtua di Pusdiklatbangprof Margaguna, Jakarta Selatan, Rabu (25/6).

Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukanlah tempat untuk memisahkan anak dari keluarganya. Sebaliknya, sekolah ini dirancang sebagai lingkungan yang aman dan penuh kasih.

“Sekolah Rakyat ini bukan untuk menjauhkan anak dari keluarganya. Justru ini tempat yang aman, layak, dan penuh kasih, di mana orangtua tetap bisa hadir secara emosional maupun fisik,” lanjutnya.

Fasilitas Ramah Keluarga Disiapkan

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Sosial akan menyediakan ruang khusus bagi orangtua yang ingin menunggu atau bertemu anak-anak mereka di area sekolah.

Gus Ipul menyebut, perhatian terhadap kenyamanan orangtua juga menjadi bagian dari kebijakan.

“Presiden bahkan memikirkan tempat tunggu untuk para orangtua. Sekolah Rakyat harus terasa seperti rumah kedua, bukan penjara bagi anak-anak,” ucapnya.

Program Inklusif bagi Anak Prasejahtera

Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Program ini dikelola Kementerian Sosial dan menjadi bagian dari kebijakan pendidikan yang inklusif.

Proses seleksi siswa tidak menggunakan tes akademik, melainkan berdasarkan Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTSEN). Prioritas diberikan kepada anak-anak yang paling membutuhkan.

Baca Juga:  Mulai Tahun Ini, Usia Pensiun untuk Pekerja di RI Jadi 59 Tahun

“Yang kami cari bukan yang paling pintar, tapi yang paling membutuhkan,” tegas Gus Ipul.

Tahap Awal Dimulai Juli 2025

Masa orientasi Sekolah Rakyat akan dimulai pada 14 Juli 2025. Gus Ipul mengajak orangtua untuk percaya pada sistem pendidikan dan pengasuhan yang telah disiapkan.

“Kami ingin orangtua yakin, tenang, dan percaya bahwa anak-anaknya berada di tangan yang tepat,” katanya.

Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat akan dibuka di 100 titik dengan total 9.755 siswa. Program ini akan diperluas dengan tambahan 100 titik baru, sesuai arahan Presiden.

Target total siswa mencapai lebih dari 20 ribu, dengan melibatkan 2.180 guru dan 4.069 tenaga kependidikan.

(AKM/NID/RAD)

Trending