Connect with us

Berita

BNN Wanti-Wanti Risiko Penyalahgunaan Whip Pink, Bisa Sebabkan Kematian

BNN mengingatkan masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan gas Nitrous Oxide (N₂O), alias gas tertawa atau Whip Pink.

Logompn

Published

on

Bnn ingatkan risiko konsumsi gas tertawa, bisa rusak saraf hingga kematian
BNN Wanti-Wanti Risiko Penyalahgunaan Whip Pink, Bisa Sebabkan Kematian | Gambar: Instagram/@whippink.co

MPN Indonesia 28 Januari 2026 - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya serius dari penyalahgunaan gas Nitrous Oxide (N₂O), alias gas tertawa atau Whip Pink.

Penyalahgunaan gas ini dapat menimbulkan efek samping fatal seperti kerusakan saraf permanen hingga kematian mendadak.

“Risiko kematian. Konsumsi berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan henti jantung atau kematian mendadak,” tegas Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, kepada wartawan, Rabu (28/1).

Marak Disalahgunakan

Suyudi menjelaskan bahwa tren penyalahgunaan ini semakin marak karena gas tersebut dianggap aman dan belum diklasifikasikan sebagai narkotika atau psikotropika menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 maupun Permenkes Nomor 7 Tahun 2025.

“Tren ini marak karena gas tersebut mudah didapat, bahkan diperoleh informasi ada praktik mencampur gas tawa ini dengan alkohol, yang dinilai sangat berbahaya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa N₂O banyak diperjualbelikan secara bebas di e-commerce dan media sosial dengan kedok sebagai alat pembuat whipped cream.

Bahkan produk itu dipasarkan dengan nama terselubung seperti Whip Pink, menyasar kalangan muda.

Dampak bagi Kesehatan

BNN mencatat sejumlah dampak kesehatan serius akibat penyalahgunaan Nitrous Oxide.

Gas ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat dengan cepat berdifusi melalui paru-paru ke aliran darah dan menuju otak.

“Di otak, gas ini menghambat transmisi sinyal rasa sakit dan memicu pelepasan dopamin, yang menyebabkan rasa tenang, melayang (euforia), atau tertawa tanpa sebab (sehingga disebut ‘gas tawa’),” jelas Suyudi.

Efek euforia tersebut bersifat sementara dan berlangsung hanya beberapa menit, hal ini mendorong pengguna untuk menghirupnya secara berulang.

“Efeknya hanya bertahan beberapa menit, yang sering kali mendorong pengguna untuk menghirupnya berulang kali secara berbahaya,” lanjutnya.

Baca Juga:  Sabu 89 Kg dari Medan Jadi Sitaan Terbesar dalam Operasi Narkoba BNN Tahun 2025

Dampak paling berbahaya dari penyalahgunaan gas tertawa adalah hipoksia, yaitu kondisi kekurangan oksigen akibat gas N₂O menggantikan oksigen di paru-paru.

“Gas ini menggantikan oksigen di paru-paru, sehingga tubuh kekurangan oksigen yang bisa berakibat fatal,” katanya.

Selain itu, penggunaan jangka panjang N₂O dapat menyebabkan defisiensi vitamin B12 yang mengakibatkan kerusakan saraf permanen atau bahkan kelumpuhan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending