Connect with us

Berita

Bupati Bandung Keluarkan Surat Edaran Waspada Gempa Bumi

Pemkab Bandung mengeluarkan surat edaran resmi sebagai respons atas meningkatnya aktivitas seismik di sekitar Sesar Lembang dan Sesar Kertasari.

Logompn

Published

on

Bupati bandung keluarkan surat edaran waspada gempa bumi
Bupati Bandung Keluarkan Surat Edaran Waspada Gempa Bumi | Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 26 Agustus 2025 - Pemerintah Kabupaten Bandung mengeluarkan surat edaran resmi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi, sebagai respons atas meningkatnya aktivitas seismik di sekitar Sesar Lembang dan Sesar Kertasari.

Surat tersebut dikeluarkan oleh Bupati Bandung, HM Dadang Supriatna, dan mulai disebarkan sejak Jumat (22/8), menyusul kejadian gempa di wilayah Jawa Barat.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Badan, Kepala Dinas, serta para Camat se-Kabupaten Bandung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, menjelaskan bahwa surat tersebut ditujukan kepada beberapa kepala daerah untuk disosialisasikan ke masyarakat.

“Surat itu disampaikan kepada para Kepala Badan, Kepala Dinas, dan Camat se-Kabupaten Bandung untuk disosialisasikan kepada masyarakat,” katanya saat ditemui awak media pada Senin (25/8).

Rangkaian Gempa di Sekitar Sesar Lembang dan Kertasari

Surat edaran ini menjadi respons Pemerintah Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa susulan.

“Surat Edaran Bupati itu menyikapi kejadian gempa bumi akibat segmen Sesar Lembang. Kabupaten Bandung juga harus sangat waspada, karena sebelumnya juga mengalami gempa bumi akibat pergerakan Sesar Kertasari, pada Agustus lalu,” kata Cakra.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap adanya peningkatan aktivitas seismik di segmen barat Sesar Lembang (Segmen Cimeta) sejak Minggu (24/7).

Sejumlah gempa telah tercatat di Segmen Cimeta pada 24 Juli 2025 sebesar magnitudo 1,8, 28 Juli 2025 magnitudo 2,1, 14 Agustus 2025 magnitudo 1,9, dan 15 Agustus 2025 sebesar magnitudo 1,8.

Baca Juga:  Viral! Cacahan Uang Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah Bekasi

Sementara itu, aktivitas gempa juga terjadi di sekitar Sesar Kertasari, Kabupaten Bandung pada Jumat (15/8) dengan magnitudo 2,0, kemudian pada Minggu (17/8) dengan magnitudo 1,3, dan terakhir pada Senin (18/8) dengan magnitudo 1,7.

Potensi Bahaya dari Sesar Lembang

Sesar Lembang diketahui merupakan sesar aktif sepanjang 29 kilometer yang membentang dari Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, hingga Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Para ahli memperkirakan sesar ini memiliki potensi memicu gempa bumi besar dengan magnitudo antara 6,5 hingga 7,0.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara akurat kapan dan di mana gempa akan terjadi.

“Sesar Lembang merupakan potensi, bukan prediksi, sehingga siapapun tidak akan bisa memprediksi kapan terjadinya gempa bumi,” ujar Cakra.

Instruksi dan Langkah Kesiapsiagaan

Dalam surat edaran yang dikeluarkan Bupati Bandung, terdapat sejumlah langkah yang harus dilakukan oleh aparatur pemerintah dan masyarakat:

  • Camat diminta menyampaikan informasi kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, namun tetap tenang dan tidak panik.
  • Seluruh pejabat wilayah diminta untuk melakukan edukasi, sosialisasi, dan literasi mengenai potensi bencana.
  • Simulasi penyelamatan diri saat gempa harus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko gempa.
  • Pemantauan informasi dini dari BMKG dan PVMBG menjadi hal penting untuk diikuti secara rutin.

Cakra mengatakan bahwa langkah antisipatif ini merupakan bagian dari upaya menghadapi risiko bencana alam seiring informasi peringatan dini dari lembaga terkait.

“Langkah-langkah kesiapsiagaan ini harus dilakukan secara berkala untuk mendapatkan informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana dari BMKG dan PVMBG,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

Trending