Connect with us

Ekonomi

Airlangga Ungkap Hasil Negosiasi Dagang RI-AS: Trump Minta Akses Mineral Kritis

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan hasil negosiasi lanjutan terkait tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Logompn

Published

on

Airlangga hartarto ungkap hasil negosiasi dagang ri as
Airlangga Hartarto Ungkap Hasil Negosiasi Dagang RI-AS | Gambar: Instagram/@airlanggahartarto_official

MPN Indonesia 24 Desember 2025 - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan hasil negosiasi lanjutan terkait tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan ini disampaikan Airlangga menyusul pertemuannya dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador, Jamieson Greer.

Dalam perundingan tersebut, Indonesia memperoleh pembebasan tarif dagang untuk sejumlah komoditas unggulan, sementara pihak Amerika Serikat meminta akses terhadap mineral kritis Indonesia.

“AS memberikan pengecualian tarif untuk produk unggulan kita, seperti sawit, kopi, teh, sedangkan AS mengharapkan dapat akses ke critical mineral,” jelasnya dalam konferensi pers daring di Washington, Selasa (23/12).

Airlangga menyebut bahwa substansi pembahasan sejalan dengan kesepakatan yang telah dibahas sebelumnya, termasuk yang tercantum dalam perjanjian 22 Juli lalu.

Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan keputusan yang bersifat komersial dan strategis serta menguntungkan kedua belah pihak.

Dokumen ART Ditargetkan Rampung Januari 2026

Proses perundingan ini merupakan kelanjutan dari Joint Statement sebelumnya yang mengumumkan penurunan tarif resiprokal bagi Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

Setelah pernyataan bersama tersebut, Indonesia dan AS melanjutkan perundingan teknis untuk merampungkan substansi perjanjian perdagangan resiprokal.

Airlangga menekankan bahwa prinsip utama dalam perundingan adalah keseimbangan kepentingan untuk memastikan kesepakatan dapat diterima oleh kedua belah pihak.

“Kuncinya adalah balance. Kita sampaikan mana isu-isu yang menjadi concern utama kepentingan Indonesia. Begitu juga sebaliknya, kita dengarkan pandangan dari AS. Kita cari jalan tengahnya,” kata Airlangga.

Usai pertemuan tersebut, Indonesia dan AS pada Januari 2026 sepakat untuk melakukan legal scrubbing dan pembersihan dokumen yang ditargetkan selesai dalam satu pekan.

Selanjutnya, pada pekan ketiga Januari 2026, dokumen Agreements on Reciprocal Trade (ART) ditargetkan rampung dan siap ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di White House.

Baca Juga:  Polisi Sita Senjata dan Tangkap 102 Suporter Roma Jelang Laga di Nice

“Diharapkan sebelum akhir bulan Januari 2026, Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Trump sudah dapat menandatangani secara resmi dokumen ART di White House, Washington DC,” pungkas Airlangga.

(AKM/NID/RAD)

Trending