Connect with us

Berita

BRIN Rencanakan Ubah Minyak Kelapa jadi Bahan Bakar Pesawat

BRIN, melalui peneliti Deliana Dahnum, mengembangkan teknologi inovatif untuk mengonversi minyak kelapa menjadi bio-jet fuel.

Actress 1299250

Published

on

BRIN Rencanakan Ubah Minyak Kelapa jadi Bahan Bakar Pesawat
BRIN Rencanakan Ubah Minyak Kelapa jadi Bahan Bakar Pesawat. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 26 November 2024 - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan teknologi inovatif yang memanfaatkan minyak kelapa sebagai bahan bakar pesawat.

Proyek ini dipimpin oleh Deliana Dahnum, peneliti dari Pusat Riset Kimia BRIN, yang menggunakan katalis berbasis Metal-Organic Frameworks (MOFs) untuk mengonversi minyak kelapa menjadi bio-jet fuel.

Teknologi dan Inovasi untuk Energi Terbarukan

Bio-jet fuel, sebagai bahan bakar ramah lingkungan, dibuat dari minyak nabati dan menjadi fokus penelitian BRIN dalam mendukung keberlanjutan energi.

“Indonesia memiliki potensi besar karena banyak sumber daya alam berupa minyak kelapa yang tumbuh subur di wilayah tropis,” ujar Dahnum.

Dengan melimpahnya kelapa di Indonesia, negara ini berpeluang besar menjadi produsen utama bio-jet fuel.

Konversi minyak kelapa menjadi bahan bakar pesawat memerlukan katalis yang efisien.

Untuk itu, Dahnum dan timnya mengembangkan teknologi berbasis MOFs, material inovatif yang dirancang untuk mempercepat proses produksi.

Teknologi dan inovasi ini telah melalui tahap uji coba laboratorium dengan hasil menjanjikan pada skala kecil.

Memaksimalkan Sumber Daya Lokal

Salah satu keunggulan dari inovasi ini adalah pemanfaatan kelapa bernilai ekonomi rendah, termasuk kelapa yang tidak layak konsumsi.

Teknologi ini tidak hanya menghasilkan bahan bakar alternatif, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dari sumber daya lokal yang kurang dimanfaatkan.

Sebagai penerima penghargaan L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2024, Dahnum optimis bahwa inovasi ini dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mendukung target keberlanjutan energi nasional.

Dahnum menegaskan bahwa proyek ini memiliki potensi besar untuk diterapkan pada skala yang lebih luas.

Baca Juga:  Boeing 737 MAX Disewa EgyptAir, Lebih Irit Bahan Bakar hingga 20%

“Pengembangan ini telah mencapai tahap uji coba laboratorium dan menunjukkan potensi untuk dikembangkan pada skala lebih besar, termasuk pada kelapa yang tidak layak konsumsi, guna memaksimalkan keberlanjutan energi,” ungkapnya.

Dengan hasil awal yang positif, BRIN berharap penelitian ini dapat menjadi solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia secara berkelanjutan sekaligus mendukung transisi menuju energi terbarukan.

Trending