Connect with us

Berita

Fantastis! Penghasilan Manusia Silver Capai Rp600 Ribu Per Hari di Jogja

Fenomena manusia silver di Yogyakarta mendapat perhatian lebih dengan penghasilan fantastis. Satpol PP melakukan penertiban rutin.

Adinda

Published

on

Fantastis! Penghasilan Manusia Silver Capai Rp600 Ribu Per Hari di Jogja
Fenomena manusia silver di Yogyakarta. Gambar : Dok. Satpol PP Kota Jogja

MPN Indonesia 2 Oktober 2024 - Fenomena manusia silver di Yogyakarta mendapat perhatian lebih dari pihak berwenang dan masyarakat.

Satpol PP Kota Yogyakarta secara rutin melakukan penertiban terhadap aktivitas manusia silver yang beroperasi di berbagai titik strategis kota tersebut.

Menariknya, berdasarkan pengakuan mereka yang ditertibkan, penghasilan manusia silver yang diperoleh dalam waktu singkat cukup fantastis.

Penghasilan Manusia Silver: Rp300-600 Ribu dalam Beberapa Jam

Kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Yogyakarta, Yudho Bangun Pamungkas, dalam pernyataannya kepada wartawan pada Senin (30/9), mengungkapkan bahwa rata-rata penghasilan manusia silver mencapai Rp300 ribu hingga Rp600 ribu dalam waktu beberapa jam bekerja di jalanan.

“Rata-rata mungkin bisa sekitar manusia silver pada umumnya yang pernah kita amankan, itu sekitar 300-600 ribu ya. Itu range-nya yang pernah kita amankan,” jelas Yudho saat ditanya mengenai penghasilan mereka.

Dia menambahkan bahwa beberapa individu yang tertangkap di sekitar Jalan Taman Siswa, Wirogunan, bahkan berhasil mengantongi Rp400 ribu hanya dalam waktu kerja 3-4 jam sebelum akhirnya diamankan Satpol PP.

Penertiban Manusia Silver Sepanjang Tahun 2024

Sepanjang tahun 2024, hingga bulan September, Satpol PP Kota Yogyakarta telah menertibkan setidaknya 18 manusia silver.

Penertiban dilakukan sebagai bagian dari patroli rutin dan juga merespons keluhan dari masyarakat.

Beberapa kali keberadaan manusia silver yang viral di media sosial juga menjadi alasan tindakan penertiban tersebut.

“Khusus manusia silver sudah kita jaring 18 pelanggaran, per tahun ini sampai dengan bulan September ini,” ujar Yudho.

Baca Juga:  Debat dengan Pengusaha Sound Horeg, Dokter THT Sebut Jarak Aman Dentuman 2 Kilometer

Selain itu, Yudho menegaskan bahwa pihak Satpol PP selalu menindaklanjuti aduan dari masyarakat terkait keberadaan manusia silver yang sering dianggap mengganggu kenyamanan pengguna jalan di beberapa lokasi strategis di Kota Yogyakarta.

Lokasi Strategis yang Menjadi Tempat Mangkal

Yudho menjelaskan bahwa para manusia silver ini biasanya mangkal di lokasi-lokasi yang strategis dan ramai pengunjung, seperti di sekitar Jalan Kleringan Abu Bakar Ali, Jalan Mataram, dan perempatan Jlagran.

Selain itu, kawasan sekitar SGM juga sering menjadi tempat aktivitas manusia silver, yang kerap diincar oleh Satpol PP dalam patroli rutin mereka.

“Sepeturan (jalan) Kleringan Abu Bakar Ali sama jalan Mataram, kalau tempat lain di perempatan Jlagran itu juga sering, lalu seputaran SGM sudah beberapa kali juga,” terang Yudho.

Meskipun penertiban sudah dilakukan, Yudho mengakui bahwa ada beberapa manusia silver yang tetap mengulang aksinya di lokasi lain, bahkan setelah ditangkap sebelumnya.

Pengulangan Pelanggaran dan Kewenangan Pembinaan

Menurut Yudho, beberapa manusia silver yang pernah ditangkap ternyata masih kembali beraksi di jalanan.

Dalam beberapa kasus, mereka berpindah lokasi untuk menghindari penangkapan berulang.

Namun, Satpol PP tidak memiliki wewenang penuh untuk memberikan sanksi tegas kepada para pelanggar ini. Setelah diamankan, manusia silver akan dibawa ke Camp Assessment yang berada di bawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) DIY untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

“Kalau yang kayak mengulang, itu ada. Sudah dua kali ada, ada yang pindah (lokasi), ini yang kemarin termasuk sudah mengulangi dua kali, salah satu orang,” jelas Yudho.

Proses pembinaan manusia silver dilakukan oleh pihak Camp Assessment Dinsos DIY, sedangkan tugas Satpol PP hanya sebatas menertibkan mereka dari jalanan.

Baca Juga:  Ibu di Lampung Tega Cat Tubuh Anaknya jadi Manusia Silver untuk Cari Uang

“Kalau dari kami sebatas penertiban dibawa ke camp assessment, nanti pola pembinaannya seperti apa di sana kurang paham saya,” tambah Yudho.

Faktor Ekonomi sebagai Pemicu Utama

Yudho menegaskan bahwa faktor ekonomi adalah alasan utama di balik keputusan para manusia silver untuk mencari penghidupan di jalanan. Dengan penghasilan manusia silver yang cukup besar dalam waktu singkat, banyak dari mereka memilih jalan ini meskipun berisiko ditangkap oleh Satpol PP.

Bagi beberapa dari mereka, penghasilan ini dianggap cukup menggiurkan dibandingkan dengan pekerjaan lain yang mungkin tersedia.

“Yang jelas (motifnya) cuma ekonomi karena kalau dari pendapatan jelas itu, sangat-sangat banyak (pendapatannya) kalau tolak ukurnya,” pungkas Yudho.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending