Connect with us

Berita

Gempa Palu M 6,7 Hari Ini Apakah Mirip dengan Gempa dan Tsunami Palu 2018? Ini Penjelasan BMKG

Apakah gempa Palu hari ini sama dengan gempa dan tsunami Palu 2018? Berikut perbedaan kekuatan gempa, episentrum, hingga dampak yang ditimbulkan.

Logompn

Published

on

Gempa Palu M 6,7 Hari Ini Apakah Mirip dengan Gempa dan Tsunami Palu 2018? Ini Penjelasan BMKG
Rilis BMKG soal Gempa Palu M 6,7. Gambar: Dok. BMKG

Sulawesi Tengah, MPN Indonesia 16 Juni 2026 - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.

Gempa tersebut membuat banyak warga teringat pada bencana alam gempa dan tsunami Palu 2018.

Lantas, apakah gempa Palu M 6,7 hari ini memiliki karakteristik yang mirip dengan gempa dan tsunami Palu 2018?

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat sejumlah perbedaan antara kedua peristiwa tersebut.

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi BMKG, BMKG menyebut gempa kali ini memiliki parameter magnitudo M 6,7 dengan episenter berada di koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT, atau berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah, pada kedalaman 10 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” tulis BMKG.

Selain itu, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Apakah Mirip dengan Gempa dan Tsunami Palu 2018?

Meski sama-sama terjadi di Sulawesi Tengah dan memiliki kedalaman 10 kilometer, gempa Palu M6,7 yang terjadi pada hari ini, Selasa (16/6) memiliki karakteristik berbeda dibanding gempa Donggala M 7,4 pada 28 September 2018.

Perbedaan terletak pada kekuatan gempa, mekanisme sumber, serta potensi tsunami yang ditimbulkan.

Pada 2026, BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault dan tidak berpotensi tsunami.

Sementara pada 2018, gempa berkekuatan M 7,4 yang berpusat di wilayah Donggala terjadi di jalur Sesar Palu-Koro dan memicu tsunami yang menerjang Palu, Donggala, hingga Mamuju.

Baca Juga:  Lansia Tewas usai Terseret Arus Banjir di Bekasi

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi BMKG, Berikut perbandingan kedua gempa tersebut:

Aspek Gempa Palu 2026 Gempa Palu 2018
Magnitudo M 6,7 M 7,4
Kedalaman 10 km 10 km
Lokasi Episentrum 42 km tenggara Palu 26 km utara Donggala
Mekanisme Gempa Normal fault Sesar mendatar (strike-slip) Palu-Koro
Potensi Tsunami Tidak berpotensi tsunami Memicu tsunami
Gempa Susulan Awal 9 kali 76 kali

Dengan perbedaan tersebut, gempa yang terjadi pada 2026 tidak menunjukkan karakteristik yang sama dengan gempa besar 2018 yang memicu bencana alam tsunami.

Kronologi Gempa dan Tsunami Palu 2018

Gempa bumi yang mengguncang Donggala pada 28 September 2018 terjadi pukul 17.02 WIB dengan kekuatan yang kemudian dimutakhirkan BMKG menjadi M 7,4.

Pusat gempa berada pada koordinat 0,18 lintang selatan dan 119,85 bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer atau sekitar 26 kilometer di utara Donggala.

Saat itu BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami karena hasil pemodelan menunjukkan potensi gelombang tsunami di wilayah Palu dan sekitarnya.

Beberapa saat kemudian, tsunami menerjang Teluk Palu dan sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Tengah.

Bencana alam tersebut menjadi salah satu tragedi besar dalam sejarah Indonesia modern.

Data pemerintah mencatat total korban jiwa mencapai ribuan orang, termasuk korban meninggal, hilang, dan jenazah yang tidak teridentifikasi.

Selain tsunami, gempa juga memicu fenomena likuefaksi di sejumlah kawasan seperti Petobo, Balaroa, dan Jono Oge yang memperparah dampak bencana.

Guncangan Gempa Hari Ini 16 Juni 2026

BMKG melaporkan gempa M6,7 dirasakan dengan intensitas VI–VII MMI di Palu dan V–VI MMI di Sigi.

Guncangan juga dirasakan di sejumlah wilayah lain seperti Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, Pasangkayu, Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, hingga Luwu Utara.

Baca Juga:  Belum Mau Terima Bantuan Asing, Istana Ungkap Masih Sanggup Tangani Bencana di Sumatra

Hingga pukul 11.20 WIB, BMKG mencatat telah terjadi sembilan kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,1.

Meski demikian, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG.

BMKG juga mengimbau warga menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa serta memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali masuk ke dalam rumah.

(AKM/NID/RAD)

Trending