Connect with us

Berita

Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik Sejauh 1.723 Meter

Gunung Ili Lewotolok di Lembata kembali erupsi. Lava segar mengalir 500 meter dan Badan Geologi menetapkan status Level II Waspada.

Actress 1299250

Published

on

Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik Sejauh 1.723 Meter
Gunung Ili Lewotolok saat erupsi pada 6 September 2026. Gambar: X/@badangeologi_

MPN Indonesia 3 Oktober 2026 - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Jumat (2/10) malam.

Erupsi terjadi pukul 21.41 WITA dengan kolom abu setinggi 300 meter di atas puncak.

Kolom abu tersebut mencapai ketinggian 1.723 meter di atas permukaan laut.

Erupsi gunung api ini juga memicu aliran lava segar sejauh 500 meter ke sektor tenggara.

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat aktivitas tersebut melalui pengamatan visual dan seismogram.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengungkapkan sesismogram merekam amplitudo maksimum 19 mm.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi sekitar 1 menit 14 detik,” kata Lana melalui keterangannya.

Pengamatan menunjukkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat.

Gunung Ili Lewotolok Berada di Level Waspada

Aktivitas masih berada pada Status Level II atau Waspada.

Badan Geologi menetapkan sejumlah area yang harus dihindari masyarakat, pengunjung, dan wisatawan.

Zona yang direkomendasikan tidak dimasuki, yaitu radius dua kilometer dari pusat erupsi, serta zona sektoral sejauh tiga kilometer ke arah selatan dan tenggara.

Badan Geologi juga meminta masyarakat mewaspadai sejumlah potensi bahaya di sekitar gunung.

Potensi tersebut mencakup guguran atau longsoran lava dan awan panas.

Wilayah yang perlu mewaspadai potensi bahaya, yaitu sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.

Badan Geologi Imbau Masyarakat Gunakan Masker

Badan Geologi turut mengimbau warga di sekitar gunung menggunakan masker pelindung hidung dan mulut.

Masker digunakan untuk mengurangi paparan abu vulkanik yang dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan atau ISPA.

Baca Juga:  Buat Emak-emak Pingsan, Tiga Pengamen Berkostum Pocong di Koja Diamankan Polisi

Warga juga diminta menutup rapat sarana penampungan air bersih.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penampungan air terpapar abu vulkanik dari aktivitas gunung.

(AKM/NID/RAD)

Trending