Connect with us

Berita

Indonesia bakal Punya Kapal Induk Pertama dari Italia, Ditargetkan Tiba sebelum HUT TNI

Kapal induk Giuseppe Garibaldi hibah Italia ditargetkan tiba sebelum HUT TNI 5 Oktober 2026.

Logompn

Published

on

Indonesia bakal Punya Kapal Induk Pertama dari Italia, Ditargetkan Tiba sebelum HUT TNI
Indonesia bakal Punya Kapal Induk Pertama dari Italia, Ditargetkan Tiba sebelum HUT TNI. Gambar: Dok. The Defense Watch

MPN Indonesia 15 Februari 2026 - Kapal induk pertama milik Indonesia, Giuseppe Garibaldi, ditargetkan tiba di Indonesia sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2026.

Kapal buatan Italia ini merupakan hibah dari pemerintah Italia dan saat ini masih dalam proses negosiasi antara Kementerian Pertahanan RI, TNI Angkatan Laut (TNI AL), Angkatan Laut Italia, serta perusahaan pembuat kapal, Fincantieri.

“Jadi masih proses negosiasilah antara TNI AL dengan Angkatan Laut Italia, dengan Fincantieri pabrikan, dan Kemhan,” ujar Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Jakarta, Kamis (12/2).

Pernyataan tersebut menegaskan target waktu pengiriman kapal serta status terkini proses akuisisinya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa anggaran pemerintah Indonesia dialokasikan untuk keperluan retrofit kapal.

“Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL,” kata Rico pada Jumat (13/2).

Kapal Induk untuk Misi Bantuan Kemanusiaan

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, menjelaskan bahwa kapal induk ini akan digunakan dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Kapal induk tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan OMSP,” ujar Tunggul di Jakarta.

Misi OMSP mencakup bantuan kemanusiaan saat bencana alam, evakuasi dalam kecelakaan skala besar, serta pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah konflik.

Tunggul menambahkan, kapal tersebut memiliki daya angkut logistik besar, jangkauan operasional yang luas, serta fasilitas pendukung yang memadai, menjadikannya cocok untuk berbagai misi kemanusiaan.

Baca Juga:  Prabowo akan Naikkan Gaji ASN Guru hingga Pejabat Negara

Meski demikian, penggunaan kapal untuk misi operasi militer juga tidak dikesampingkan.

Saat ini, TNI AL terus mengupayakan proses akuisisi dari AL Italia, namun detail nominal anggaran akuisisi belum diungkap.

Kapal induk Giuseppe Garibaldi dibangun oleh galangan Fincantieri dan memiliki kesamaan dengan dua KRI baru TNI AL, yaitu KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Kedua kapal tersebut juga dibuat oleh Fincantieri.

Spesifikasi Giuseppe Garibaldi

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan (aircraft carrier) dengan panjang 180,2 meter dan bobot penuh 13.850 ton.

Kapal ini dilengkapi mesin COGAG dengan 4 turbin gas FIAT/GE LM-2500 yang menghasilkan daya 60.400 kW (±80.998 HP), memungkinkan kecepatan hingga 30 knot (56 km/jam).

Kapal ini memiliki jangkauan sejauh 7.000 mil laut dan mampu membawa 18–20 unit pesawat, seperti AV-8B Harrier dan helikopter multirole EH101, SH90A, serta AB212.

Fasilitas pertahanannya terdiri dari:

  • 1 peluncur Albatros dengan 8 rudal anti-udara Aspide
  • 3 sistem senjata Oto Melara Kembar 40L70 DARDO
  • 324 mm tabung torpedo rangkap tiga
  • Peluncur rudal Otomat Mk 2 SSM

Lebar kapal mencapai 23,4 meter di galangan dan 30,4 meter pada dek penerbangan, dengan dek terbang sepanjang 173,8 meter. Kapasitas personel mencapai 825 orang.

Sejarah Singkat Kapal Giuseppe Garibaldi

Kapal ini mulai dibangun pada 26 Maret 1981, diluncurkan pada 11 Juni 1983, dan resmi bertugas dalam dinas AL Italia sejak 30 September 1985.

Sebelumnya, Giuseppe Garibaldi telah berperan dalam berbagai operasi militer internasional, antara lain:

  • Operasi Restore Hope (Somalia, 1994–1995)
  • Operasi DINAK (Yugoslavia, 1999)
  • Operasi Enduring Freedom (Afghanistan, 2001–2002)
  • Operasi Mimosa dan Leonte (Lebanon, 2006)
  • Operasi Odyssey Dawn dan Unified Protector (Libya, 2011)
  • Operasi EUNAVFOR MED Sophia (Mediterania, 2015–2017)
Baca Juga:  Siapkan Rp55 T, Purbaya Berencana Cairkan THR ASN di Awal Puasa

Giuseppe Garibaldi berfungsi sebagai pusat komando, kapal pendarat helikopter, serta mendukung pengendalian laut dan udara dalam berbagai operasi.

Kapal ini merupakan kapal keempat yang memakai nama Giuseppe Garibaldi dalam sejarah Angkatan Laut Italia.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending