Connect with us

Berita

Indonesia Diterjang 20 Bencana dalam 24 Jam Terakhir, BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

BNPB catat 20 bencana alam dalam 24 jam terakhir. Masyarakat diminta waspada cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan hujan lebat dan angin kencang.

Logompn

Published

on

Indonesia diterjang 20 bencana dalam 24 jam terakhir, bnpb imbau waspada cuaca ekstrem
20 bencana alam terjadi di berbagai wilayah RI dalam 24 jam sejak Senin (16/6) pagi. Gambar: MPN Indonesia/BDR

MPN Indonesia 18 Juni 2025 - Sebanyak 20 kejadian bencana alam dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu 24 jam, terhitung sejak Senin (16/6) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (17/6) pukul 07.00 WIB.

Data ini dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB.

Dari total kejadian, enam di antaranya dikategorikan sebagai kejadian menonjol karena menimbulkan dampak signifikan terhadap masyarakat dan lingkungan.

Rincian Tiga Kejadian Baru

Tiga bencana yang baru masuk dalam laporan BNPB adalah:

  • Tanah longsor di Timor Tengah Selatan, NTT, berdampak pada 11 kepala keluarga (42 jiwa). Relokasi warga sedang diupayakan untuk menghindari risiko susulan.
  • Angin kencang di Lampung Timur, merusak 22 rumah warga, terdiri dari satu rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan 20 rusak ringan. Kondisi saat ini telah dinyatakan normal.
  • Banjir bandang di Morowali Utara, Sulteng, berdampak pada 40 kepala keluarga (120 jiwa) dan merusak 40 rumah. Warga mulai membersihkan lingkungan karena air sudah surut.

BNPB menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait bencana alam tersebut. 

“Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami hujan lebat,” ungkap BNPB kepada MPN Indonesia pada Rabu (18/6).

Update Kejadian Sebelumnya

BNPB juga melaporkan perkembangan terbaru dari tiga kejadian terdahulu:

  • Banjir di Kabupaten Demak, Jateng masih berdampak pada 2.973 kepala keluarga (11.712 jiwa), dengan 2.988 rumah terdampak. Meski begitu, air mulai surut secara bertahap.
  • Banjir rob di Kabupaten Pati, Jateng masih berlangsung, merendam 160 rumah milik 200 kepala keluarga dengan ketinggian air 5–20 cm. Pemerintah daerah sedang mengupayakan perpanjangan status siaga darurat.
  • Gerakan tanah di Kabupaten Purwakarta, Jabar menyebabkan 83 kepala keluarga (256 jiwa) mengungsi. Sebanyak 69 rumah rusak, dan status tanggap darurat telah diberlakukan.
Baca Juga:  Gunungkidul Diguncang Gempa 5,2 M, BMKG Pastikan Tak Ada Berpotensi Tsunami

Potensi Cuaca Ekstrem dan Imbauan BNPB

Berdasarkan prakiraan cuaca untuk 18–19 Juni 2025, hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi melanda beberapa wilayah:

  • Sumatera bagian barat: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat
  • Pulau Jawa: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, terutama pada sore hingga malam hari

BNPB kembali mengingatkan, “Pemerintah daerah diimbau untuk mengoptimalkan sistem peringatan dini dan memastikan fasilitas evakuasi serta logistik tersedia jika terjadi kondisi darurat.”

Meningkatnya curah hujan dan meluasnya distribusi bencana menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di seluruh wilayah Indonesia.

(RIF/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending